LINTASJATIM.com, Sidoarjo – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Munzilatun Jinan, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNUSIDA, meraih Juara 2 Lomba Da’i GENVESTA (General Event of State Affairs) tingkat Jawa Timur.
Kompetisi tersebut diselenggarakan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Munzilatun, yang merupakan mahasiswa PGSD angkatan 2025 kelas A, berhasil meraih prestasi tersebut setelah melalui sejumlah tahapan seleksi daring hingga babak final secara luring di Kampus 1 UINSA, Sabtu (12/9/2026).
Bagi Munzilatun, capaian tersebut menjadi hasil dari proses panjang. Sebelumnya, ia telah beberapa kali mengikuti kompetisi secara daring, namun belum berhasil meraih juara.
“Sebelumnya saya pernah mengikuti beberapa kali perlombaan secara online, tetapi belum ditakdirkan untuk mendapatkan juara. Kemudian saya mencoba lagi di lomba yang diadakan oleh HMPHTN UINSA melalui beberapa tahapan seleksi online, kemudian lanjut babak final offline yang diadakan di Kampus 1 UINSA. Alhamdulillah, di babak final ini saya diberikan kesempatan menjadi Juara 2 di Lomba Da’i GENVESTA 2026,” ungkap Munzilatun.
Dalam kompetisi tersebut, Munzilatun membawakan tema ‘Menjadi Pengguna Media Sosial yang Etis dan Bernalar Kritis’. Melalui materi dakwahnya, ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Menurutnya, pesatnya perkembangan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan cepat. Namun, informasi yang ramai diperbincangkan belum tentu benar sehingga pengguna perlu bersikap kritis sebelum mempercayai atau membagikannya.
“Saya mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial, karena tidak semua berita yang viral itu benar. Semua harus kita teliti dulu kebenarannya sebelum membagikan kepada orang lain,” jelasnya.
Untuk menghadapi babak final, Munzilatun mempersiapkan penguasaan materi sekaligus meminta masukan dari guru terkait materi dakwah yang akan disampaikan. Persiapan telah dilakukan sejak Juni 2026, ketika peserta mengirimkan karya untuk mengikuti tahap seleksi.
Setelah dinyatakan lolos, ia kembali mematangkan materi dan penampilannya hingga akhirnya tampil pada babak final September 2026.
Selain meraih prestasi, kompetisi tersebut juga menjadi kesempatan baginya untuk menambah pengalaman dan wawasan. Ia bersyukur dapat bertemu dengan para juri dan peserta lain yang memiliki kemampuan di bidang dakwah.
“Saya merasa sangat bersyukur karena diberikan kesempatan untuk bertemu dengan juri dan peserta yang hebat. Dari sana saya mendapatkan banyak ilmu dari mereka yang ahli dalam bidang da’i,” tuturnya.
Ketertarikan Munzilatun terhadap dunia dakwah berawal dari keinginannya untuk terus belajar dan memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar. Baginya, dakwah tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pesan keislaman, tetapi juga menjadi sarana untuk memberikan kebaikan kepada sesama.
Kader Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) UNUSIDA itu menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menyampaikan dakwah di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, berbagai media, termasuk media sosial, dapat menjadi ruang untuk menyebarkan nilai-nilai keislaman secara positif.
“Peran generasi muda saat ini sangatlah penting dalam menyampaikan sebuah dakwah, karena bangsa yang baik dilihat dari bagaimana seorang pemuda mengimplementasikan nilai-nilai keislamannya dalam kehidupan sehari-hari serta dapat menyampaikannya kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Bagi mahasiswi yang akrab disapa Zila itu, Juara 2 Lomba Da’i GENVESTA 2026 bukan sekadar sebuah pencapaian. Prestasi tersebut menjadi pembelajaran tentang pentingnya proses dan perjuangan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
“Makna dari pencapaian ini bagi saya adalah sebuah pembelajaran bahwa segala sesuatu yang indah tidak diraih dengan perjuangan yang mudah,” katanya.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi bagian dari perjalanannya untuk terus belajar, berkembang, dan berkarya. Zila juga berharap UNUSIDA terus berkembang serta melahirkan semakin banyak mahasiswa berprestasi.
“Harapan saya untuk kampus UNUSIDA adalah semoga lebih bersinar ke depannya, semoga bisa menjadi kampus yang maju dan berprestasi,” pungkasnya.





