LINTASJATIM.com, Bondowoso – Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso menggelar Workshop Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) Berbasis STEM untuk Akselerasi Literasi dan Numerasi pada Satuan Pendidikan Nonformal/Kesetaraan Tahun 2026, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran pendidikan nonformal dan kesetaraan.
Workshop dibuka Plt. Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Bondowoso, Nurul Aini, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemanfaatan PID agar pendidikan kesetaraan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Pendidikan kesetaraan tidak boleh tertinggal dalam pemanfaatan Papan Interaktif Digital. Saya berharap Bapak dan Ibu para pamong belajar, para tutor, dapat memaksimalkan perangkat ini untuk mempercepat penguasaan literasi dan numerasi. Harapannya mutu pendidikan nonformal di Bondowoso semakin tangguh dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tegas Nurul Aini.
Setelah pembukaan, peserta mengikuti sesi akademik dengan narasumber Mohammad Hairul, S.Pd., M.Pd. Materi pertama berupa penyegaran konsep literasi dan numerasi untuk memperkuat kembali pemahaman peserta mengenai dasar-dasar kedua kemampuan tersebut.
Hairul menjelaskan, literasi dan numerasi memiliki cakupan lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan berhitung. Keduanya berkaitan dengan kecakapan warga belajar dalam memahami informasi, menganalisis, hingga memecahkan persoalan.
“Literasi dan numerasi bukan sekadar kemampuan membaca dan berhitung, melainkan bagaimana warga belajar mampu menganalisis informasi dan memecahkan masalah. Melalui penyegaran konsep ini, kita ingin memastikan perangkat PID tidak hanya berfungsi sebagai alat tayang searah, tetapi menjadi ruang interaktif yang mampu merangsang daya nalar siswa secara optimal,” jelas Hairul.
Workshop kemudian dilanjutkan dengan materi pembelajaran terintegrasi STEM. Peserta mendapatkan penguatan mengenai penyusunan skenario pembelajaran yang mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, dan matematika melalui pemanfaatan PID.
Abdus Somad, S.Pd., yang turut memandu penguatan kapasitas peserta, menilai pendekatan STEM dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Integrasi berbagai bidang tersebut dinilai membantu pendidik menghadirkan pembelajaran yang lebih visual dan berbasis proyek.
“Pendekatan STEM memberikan pengalaman belajar yang kontekstual. Dengan mengintegrasikan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika secara langsung melalui Papan Interaktif Digital, guru-guru pendidikan kesetaraan kini dapat merancang pembelajaran visual dan proyek kolaboratif yang membuat materi abstrak menjadi jauh lebih nyata, mudah dipahami, dan menyenangkan bagi peserta didik,” tutur Abdus Somad.
Workshop hari pertama berlangsung hingga pukul 14.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan diisi materi dan penguatan kapasitas terkait literasi, numerasi, STEM, serta pemanfaatan PID dalam pembelajaran.
Ketua Penyelenggara, Hendri Kurniawan, S.Sos., selaku Plt. Kasi PNF, menyampaikan kegiatan tersebut diikuti 120 peserta. Menurutnya, peserta menunjukkan antusiasme selama mengikuti rangkaian sesi pada hari pertama.
Penggabungan teknologi digital dan pendekatan STEM dalam workshop tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pamong belajar dan tutor pendidikan kesetaraan. Penguasaan perangkat PID diharapkan dapat diterapkan untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif.
Kegiatan ini juga menempatkan teknologi bukan sekadar perangkat pendukung, tetapi sebagai media untuk mendorong keterlibatan peserta didik. Melalui penguatan literasi dan numerasi, pendidikan kesetaraan di Bondowoso didorong terus beradaptasi dengan kebutuhan pembelajaran di tengah perkembangan teknologi. (Rif)





