LINTASJATIM.com, Sidoarjo – Panggung seni menjadi ruang aktualisasi kader muda Nahdlatul Ulama (NU) melalui Dels Eksperimental Longlast Harmony in Stage yang digelar Departemen Seni Budaya dan Olahraga (DOSB) Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sidoarjo.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kedai Ahmed 2, Banjarbendo, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Ahad (4/10/2026) malam. Acara itu menghadirkan pertunjukan musik, teater, dan tari sebagai bagian dari ruang pengembangan bakat kader.
Ketua PC IPNU Sidoarjo, M Fachruddin, mengatakan organisasi pelajar NU perlu menyediakan ruang yang luas bagi kader untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat masing-masing.
Menurutnya, IPNU-IPPNU tidak hanya menjadi ruang kaderisasi, tetapi juga wadah pengembangan kader muda dalam berbagai bidang, seperti seni, musik, budaya, jurnalistik, dan kreativitas.
“Kami ingin membuka IPNU-IPPNU sebagai organisasi pelajar yang terbuka bagi semua kalangan, khususnya bagi pemuda pecinta seni, musik, dan budaya,” ujar dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) tersebut.
Ia menilai kader yang telah mengikuti Latihan Kader Muda (LAKMUD) perlu mendapatkan ruang lanjutan untuk mengembangkan kapasitas. Kelas pengembangan di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) menjadi salah satu sarana untuk menjembatani materi kaderisasi dengan praktik dan karya.
“Kami ingin menjadikan IPNU-IPPNU sebagai ruang pengembangan kader muda NU di berbagai bidang. Melalui Dels Eksperimental, proses tersebut kemudian menemukan panggungnya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua V DOSB PC IPNU Sidoarjo, Adam Akbar Maulana, mengatakan Dels Eksperimental lahir dari semangat mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton di tengah perubahan zaman.
“Di tengah arus zaman yang terus berkembang, generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton perubahan. Saatnya kita bergerak, bersuara, dan berkarya,” ujarnya.
Menurut Adam, Dels Eksperimental Longlast Harmony in Stage dirancang sebagai ruang eksplorasi seni yang mempertemukan semangat keterpelajaran dengan energi kepemudaan yang dinamis dan adaptif.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses pengembangan kader setelah mengikuti LAKMUD di tingkat PAC masing-masing. Para kader kemudian mendapatkan pembinaan melalui kelas pengembangan sebelum karya mereka ditampilkan di panggung Dels Eksperimental.
“Proses kaderisasi tidak berhenti setelah kader mengikuti forum LAKMUD. Potensi dan minat kader kemudian diarahkan melalui kelas-kelas pengembangan di masing-masing PAC, sebelum mendapat ruang untuk ditampilkan dalam panggung Dels Eksperimental,” jelasnya.
Panggung tersebut tidak sekadar menjadi tempat pertunjukan seni, tetapi juga ruang untuk menunjukkan proses kader muda dalam mengembangkan bakat, keberanian, kreativitas, dan kemampuan berkolaborasi dengan komunitas seni lokal.
Sejumlah penampilan turut memeriahkan kegiatan tersebut, di antaranya teater dari Embrio Production House dan Teater Republik. Dari bidang musik, terdapat penampilan Talent Klaster, Band Aransemen Kontemporer, SidoReggaeArjo, hingga Zenosyn melalui sesi jamming.
Dels Eksperimental mempertemukan proses kaderisasi dengan kreativitas. Dari ruang kelas pengembangan hingga panggung pertunjukan, kader membawa minat dan bakat mereka untuk dikembangkan serta ditampilkan bersama.
Bagi IPNU-IPPNU Sidoarjo, seni menjadi salah satu cara untuk membangun ruang kaderisasi yang lebih beragam. Setiap kader memiliki potensi berbeda sehingga membutuhkan ruang pengembangan yang sesuai.
Melalui musik, teater, dan tari, Dels Eksperimental menunjukkan bahwa kader muda NU tidak hanya belajar berorganisasi, tetapi juga memiliki ruang untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan menghasilkan karya.





