PBSI UNESA Hadirkan Akademisi Malaysia, Bahas Pembelajaran Era AI

Akademisi UUM, Prof. Madya Dr. Hishamudin bin Isam, berfoto bersama Koordinator Program Studi PBSI, Dr. Resdianto Permata Raharjo, M.Pd., serta mahasiswa usai mengikuti kuliah tamu internasional di FBS UNESA.
Akademisi UUM, Prof. Madya Dr. Hishamudin bin Isam, berfoto bersama Koordinator Program Studi PBSI, Dr. Resdianto Permata Raharjo, M.Pd., serta mahasiswa usai mengikuti kuliah tamu internasional di FBS UNESA.

LINTASJATIM.com, Surabaya – Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), menghadirkan akademisi Universiti Utara Malaysia (UUM), Prof. Madya Dr. Hishamudin bin Isam, dalam kuliah tamu internasional, Senin (2/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium T2 FBS UNESA tersebut mengangkat tema ‘Linguistik dan Teori Belajar: Mengurai Struktur Bahasa, Menuntun Praktik Pembelajaran di Era AI’. Kuliah tamu ini diikuti mahasiswa PBSI angkatan 2026 untuk memperkuat wawasan akademik dan kompetensi sebagai calon pendidik bahasa.

Bacaan Lainnya

Dalam pemaparannya, Prof. Madya Dr. Hishamudin bin Isam menekankan pentingnya pemahaman terhadap struktur bahasa dan teori belajar sebagai dasar pengembangan pembelajaran yang efektif.

Menurutnya, linguistik tidak hanya mempelajari sistem bahasa, tetapi juga berkaitan dengan proses seseorang mempelajari, memahami, dan menggunakan bahasa dalam lingkungan pendidikan.

Ia juga mengulas perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang membawa peluang sekaligus tantangan dalam pembelajaran bahasa. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, tetapi penerapannya harus tetap berlandaskan pemahaman linguistik dan pedagogis yang kuat.

Oleh karena itu, calon pendidik bahasa dituntut mampu memanfaatkan teknologi secara kritis, selektif, dan bertanggung jawab tanpa mengesampingkan esensi pembelajaran bahasa.

Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr. Resdianto Permata Raharjo, M.Pd., mengatakan kuliah tamu internasional tersebut menjadi salah satu upaya program studi dalam memperluas wawasan keilmuan mahasiswa melalui interaksi dengan akademisi luar negeri.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan gagasan untuk memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami perkembangan linguistik dan pendidikan bahasa.

Menurutnya, mahasiswa sebagai calon pendidik perlu memiliki dasar keilmuan yang kuat serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika pendidikan global.

Melalui pengalaman akademik tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kompetensi profesional untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan.

Penyelenggaraan kuliah tamu internasional ini sekaligus menjadi bagian dari langkah PBSI FBS UNESA dalam memperkuat internasionalisasi akademik, memperluas jejaring kerja sama antarperguruan tinggi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kehadiran akademisi dari Universiti Utara Malaysia diharapkan membuka peluang kolaborasi akademik berkelanjutan serta memperkuat kesiapan program studi menghadapi perkembangan pendidikan bahasa di tingkat global.

Melalui kegiatan ini, PBSI FBS UNESA menegaskan pentingnya penguatan ilmu linguistik, pemahaman teori belajar, dan pemanfaatan teknologi untuk mencetak calon pendidik bahasa Indonesia yang adaptif, kritis, dan kompeten di era digital. (Iz)

Pos terkait