Antrean 4 Hari, Polisi Berlakukan Contraflow di Ketapang

Petugas PJR Jatim V Situbondo tengah mengatur arus lalu-lintas menuju Ketapang Banyuwangi. Sumber foto: www.detik.com
Petugas PJR Jatim V Situbondo tengah mengatur arus lalu-lintas menuju Ketapang Banyuwangi. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Banyuwangi – Pengguna jalan yang melintasi jalur Situbondo menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, harus menghadapi antrean kendaraan hingga beberapa kilometer. Kepadatan yang berlangsung selama empat hari terakhir itu membuat polisi turun tangan menerapkan rekayasa lalu lintas.

Ekor antrean kendaraan dilaporkan mencapai 3-4 kilometer. Kondisi tersebut dipicu cuaca ekstrem yang menghambat aktivitas penyeberangan sehingga berdampak pada pergerakan kendaraan di sekitar pelabuhan.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari detikJatim.com, Kanit PJR Jatim V AKP Roni Faslah menjelaskan, penumpukan kendaraan bukan disebabkan persoalan teknis pengaturan jalan, melainkan dampak kondisi cuaca yang mengganggu kelancaran arus penyeberangan.

“Kepadatan ini murni merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi dalam empat hari terakhir sehingga arus kendaraan di sekitar pelabuhan mengalami hambatan,” ujar Roni, Sabtu (31/10/2026).

Untuk mengendalikan antrean, Satuan PJR Jatim V bekerja sama dengan Satlantas Polresta Banyuwangi menempatkan personel di sejumlah titik strategis. Empat anggota PJR dikerahkan langsung di bawah koordinasi AKP Roni Faslah.

Pengamanan dan pengaturan lalu lintas difokuskan di Simpang Tiga KP3 (Farly) serta Dermaga Bulusan. Di kawasan Bulusan, petugas turut memastikan kendaraan yang keluar masuk buffer zone tidak menimbulkan penumpukan baru.

“Kami menerjunkan 4 personel sejak 4 hari terakhir untuk mengatur kendaraan yang keluar masuk ke bufferzone,” tambahnya.

Selain menempatkan personel, polisi menerapkan sistem contraflow atau pengaturan arus kendaraan secara bergantian. Skema ini dipusatkan di Simpang Tiga Farly untuk mengendalikan kendaraan dari arah Surabaya maupun Banyuwangi.

Perhatian khusus diberikan kepada kendaraan besar, terutama truk dari arah Surabaya yang hendak menuju Pelabuhan Lembar. Pengaturan tersebut diharapkan mampu mengurangi panjang antrean sehingga tidak semakin menghambat akses jalan utama.

Di tengah kondisi tersebut, Roni meminta pengendara yang hendak menuju Pelabuhan Ketapang maupun sebaliknya agar tidak memaksakan perjalanan dan tetap mengikuti instruksi petugas.

“Karena ini faktor cuaca, jadi mohon bersabar dan kami pasti akan bantu mengatur arus agak kepadatan tidak terlalu lama,” pungkas Roni.

Polisi juga mengingatkan pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan selama berkendara, mengingat kondisi cuaca di kawasan penyeberangan masih tidak menentu.

Pos terkait