LINTASJATIM.com, Bondowoso – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan pesantren. Zaky Faizal Huda, santri Madrasah Muadalah Tsanawiyah (MMT) Nurul Qarnain, berhasil meraih juara 1 Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) kategori Safinatun Najah Putra dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jember.
Kompetisi tersebut berlangsung pada 18–20 Oktober 2026 di Gedung Jember Nusantara. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga, lembaga pendidikan, serta masyarakat Kabupaten Bondowoso, daerah asal Zaky.
Zaky merupakan putra kedua pasangan Suhairiyanto Asnawi, S.Ag., dan Ghurrotus Tsaniyah, S.Pd.I. Ia berasal dari Kampung Templek, Kelurahan Dabasah, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso.
Sebelum menempuh pendidikan di MMT Nurul Qarnain, Zaky merupakan alumni UPTD SDN Dabasah 5 Bondowoso. Perjalanan pendidikannya turut membentuk kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan, khususnya kajian kitab kuning di lingkungan pesantren.
Kemenangan dalam kategori Safinatun Najah Putra menunjukkan capaian Zaky dalam mendalami literatur keislaman. MQK menjadi ajang bagi para santri untuk menguji kemampuan membaca, memahami, dan mengkaji kitab kuning.
Wakil Kepala MMT Nurul Qarnain, Ustaz Muhammad Muslim, S.Sos., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih Zaky. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus menjaga akhlak.
“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas nikmat dan karunia-Nya. Selamat kepada ananda Zaky, teruslah tumbuh dalam prestasi, melangkah dengan rendah hati, dan bersinar tanpa merasa lebih tinggi,” ungkapnya.
Muslim juga menyampaikan apresiasi kepada para pembimbing yang telah mendampingi Zaky selama proses belajar.
“Terima kasih kepada para pembimbing yang tulus mendampingi, menuntun ilmu, dan menanamkan nilai. Semoga prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi santri lainnya, bahwa dari ketekunan lahir pencapaian, dan dari ilmu tumbuh kebaikan,” lanjutnya.
Menurutnya, prestasi akademik perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Santri tidak hanya diharapkan mampu meraih penghargaan, tetapi juga mengamalkan ilmu dan menjaga adab dalam kehidupan sehari-hari.
“Teruslah menebar manfaat, mengukir prestasi, dan menjaga adab dalam setiap langkah,” pungkasnya.
Prestasi Zaky menunjukkan peran pendidikan pesantren dalam membentuk generasi yang menguasai ilmu agama sekaligus berkarakter. Bagi Bondowoso, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena putra daerahnya berhasil meraih prestasi dalam kompetisi di Kabupaten Jember.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi pelajar dan santri lainnya di Bondowoso untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan berani berkompetisi tanpa meninggalkan nilai-nilai keilmuan serta akhlak. (Rif)





