LINTASJATIM.com, Probolinggo – Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) XXI Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Nusantara Komisariat Universitas Nurul Jadid menetapkan Muamar Rohidin sebagai ketua rayon dan Nurifa Dian Hasanah sebagai Ketua KOPRI untuk masa khidmat 2026–2027.
Keduanya terpilih melalui mekanisme aklamasi dalam forum yang berlangsung di Gedung A2.06 Universitas Nurul Jadid, Kamis (8/10/2026).
RTAR XXI menjadi forum bagi kader untuk mengevaluasi tata kelola organisasi, merumuskan program strategis, sekaligus menentukan arah kepemimpinan Rayon Nusantara untuk periode mendatang.
Rangkaian persidangan diawali dengan sidang pleno tata tertib yang dipimpin Imam Bulqayni, perwakilan Pengurus Komisariat Universitas Nurul Jadid, dengan Alghajali sebagai notulis.
Forum kemudian berlanjut ke sidang komisi. Komisi A dipimpin Ahmed Agha Mursidul Ibad dengan M. Husni Khalilurrahman sebagai notulis. Komisi B dipimpin Muamar Rohidin bersama Ahmad Nur Arief A.M., sedangkan Komisi C dipimpin Shivana Laili Zainiyyah dengan Nazilatul sebagai notulis.
Perwakilan Pengurus Komisariat Universitas Nurul Jadid, Imam Bulqayni, menilai pelaksanaan RTAR XXI mencerminkan kedewasaan kader dalam menjaga keberlanjutan organisasi melalui proses regenerasi kepemimpinan.
“Forum RTAR ke-XXI ini menjadi bukti nyata kedewasaan berorganisasi seluruh kader dalam menjaga keberlanjutan estafet kepemimpinan di Rayon Nusantara,” ujar Imam Bulqayni.
Sementara itu, Ketua KOPRI Rayon Nusantara terpilih, Nurifa Dian Hasanah, menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar pencapaian individu, melainkan amanah yang membutuhkan dukungan seluruh kader.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para senior, alumni, Pengurus Komisariat, serta kader angkatan 2024 dan 2025 yang telah berkontribusi dalam perjalanan organisasi.
Nurifa juga mendorong Rayon Nusantara menjadi ruang belajar yang inklusif dan produktif, sekaligus tempat bagi kader untuk mengembangkan potensi intelektual dan kreativitas.
Dalam kepengurusan mendatang, ia mengusulkan dua agenda prioritas, yakni mengaktifkan kembali media rayon dan memperkuat tradisi kepenulisan kader.
Pada bidang media, ia mendorong produksi konten edukatif berupa poster dan video kreatif minimal satu kali setiap bulan. Konten tersebut direncanakan mengangkat isu kebangsaan, keislaman, ke-PMII-an, serta dinamika kehidupan mahasiswa.
Adapun dalam bidang literasi, kader didorong menghasilkan karya berupa berita, esai, dan opini kritis. Menurut Nurifa, kepenulisan merupakan bagian penting dari tradisi intelektual kader untuk mengembangkan gagasan sekaligus merespons persoalan sosial.
“Rayon ini besar bukan karena satu orang ketua, akan tetapi karena adanya dorongan dari kalian semua. Mari, kita jadikan Rayon Nusantara rumah belajar yang inklusif, produktif, dan membanggakan di Universitas Nurul Jadid,” ujarnya.
Kedua agenda tersebut diharapkan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi dapat dijalankan secara konsisten dengan melibatkan seluruh kader. Penguatan media dan literasi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas serta daya kritis anggota.
Dengan terpilihnya kepemimpinan baru, RTAR XXI menjadi awal bagi PMII Rayon Nusantara dan KOPRI dalam menerjemahkan hasil forum menjadi program kerja nyata. Regenerasi ini diharapkan tidak hanya melahirkan pemimpin baru, tetapi juga memperkuat budaya belajar dan tradisi intelektual organisasi.
Sambutan Nurifa ditutup dengan seruan khas pergerakan, ‘Tangan terkepal dan maju ke muka!’. (Rif)





