Pertalite Langka di Malang, Ini Penjelasan Pertamina

Suplai pasokan BBM ke sejumlah SPBU. Sumber foto: www.detik.com
Suplai pasokan BBM ke sejumlah SPBU. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Malang – Kelangkaan Pertalite di sejumlah SPBU wilayah Malang Raya terjadi di tengah penyesuaian pola distribusi bahan bakar minyak (BBM) oleh Pertamina. Perubahan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari fluktuasi harga minyak dunia hingga nilai tukar mata uang.

Dikutip dari detikJatim.com, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan penyesuaian distribusi tidak hanya terjadi di Malang, tetapi juga mencakup wilayah kerja Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara.

Bacaan Lainnya

“Ada penyesuaian pola distribusi. Di antaranya fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang,” ujar Ahad, Jumat (9/10/2026).

Menurut Ahad, pengaturan tersebut merupakan bagian dari pengelolaan rantai pasok BBM secara menyeluruh di wilayah Regional Jatimbalinus yang meliputi empat provinsi. Pengelolaan dilakukan mulai dari sumber pasokan, baik impor maupun kilang, hingga penyaluran ke daerah operasional.

“Penyesuaian pola distribusi tidak hanya di Malang, mencakup rantai pasok dari ujung (impor atau kilang) di seluruh wilayah regional Jatimbalinus (4 provinsi),” jelasnya.

Selain faktor harga dan nilai tukar, perubahan moda transportasi turut memengaruhi distribusi BBM di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat Pertamina perlu menyesuaikan pengiriman untuk menjaga kelancaran pasokan.

“Ada penyesuaian sementara di beberapa wilayah karena perubahan moda transportasi,” ungkap Ahad.

Meski demikian, Pertamina memastikan kebutuhan BBM masyarakat Malang tetap menjadi perhatian dalam pengaturan stok dan pengiriman. Perusahaan mengaku terus memantau kondisi lapangan untuk menyesuaikan suplai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kebutuhan BBM masyarakat di Malang menjadi perhatian kami dalam mengatur pola pengiriman dan menjaga kelancaran pasokan,” katanya.

Berdasarkan catatan Pertamina, rata-rata konsumsi BBM harian di Malang mencapai 72,085 kiloliter selama September 2026. Angka tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam mengatur distribusi agar ketersediaan BBM di SPBU tetap terjaga.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, pengiriman BBM dari Surabaya ke Malang dilakukan secara bertahap. Pada 8 Oktober 2026, pengiriman dijadwalkan dalam tiga ritase dengan perkiraan kedatangan pukul 01.00 WIB, 07.00 WIB, dan 13.00 WIB.

Dua pengiriman pertama mencakup Pertamax, Pertalite, dan Biosolar. Sementara pengiriman ketiga membawa Pertamax dan Pertalite.

Pertamina juga merencanakan empat ritase pengiriman khusus pada akhir pekan guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, Fuel Terminal (FT) Malang tetap beroperasi selama 24 jam untuk mendukung kesiapan operasional dan kelancaran penyaluran BBM.

Ahad menegaskan, evaluasi suplai dan koordinasi operasional terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan di lapangan. Kesiapan sarana, fasilitas, serta pelayanan di SPBU juga menjadi perhatian perusahaan.

“Kami terus memantau kebutuhan di lapangan dan menyesuaikan suplai agar ketersediaan BBM serta pelayanan di SPBU tetap terjaga,” pungkasnya.

Pos terkait