LINTASJATIM.com, Bondowoso – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Bondowoso melalui Bidang Pertanian dan Perkebunan meluncurkan Bio Sorbond, pupuk organik cair (POC), dalam pelatihan pertanian bagi pemuda dan kelompok tani, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sekretariat PC GP Ansor Bondowoso tersebut diikuti puluhan peserta, terdiri atas mahasiswa, pemuda pegiat pertanian, serta perwakilan kelompok tani dari sejumlah kecamatan di Bondowoso.
Peluncuran Bio Sorbond tidak hanya diisi penyampaian materi, tetapi juga praktik pembuatan POC. Peserta dikenalkan dengan pemanfaatan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar untuk mendukung pengembangan pertanian organik.
Ketua PC GP Ansor Bondowoso, Fathorrasi, S.Pd., mengatakan keterlibatan organisasi dalam sektor pertanian merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, petani membutuhkan pendampingan dan pengetahuan yang dapat diterapkan secara langsung.
“Ini adalah bentuk khidmat PC GP Ansor Bondowoso kepada masyarakat, terutama petani. Kita ingin mengajak petani untuk kembali memanfaatkan sumber daya alam di sekitar kita sebagai pupuk alami yang lebih sehat, murah, dan ramah lingkungan untuk tanaman pertaniannya,” tegas Fathorrasi.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan rencana tindak lanjut (RTL) setelah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) GP Ansor di Sidoarjo pada 8–12 Juli 2026. Hasil pelatihan kemudian diwujudkan melalui kegiatan yang dinilai menyentuh kebutuhan masyarakat.
“PKN mengajarkan kami bahwa kader Ansor harus memberi manfaat nyata. Tidak cukup berkhidmat di bidang keagamaan dan sosial saja, tapi juga harus hadir menjawab persoalan ekonomi dan ketahanan pangan umat,” tambahnya.
Sementara itu, materi pembuatan POC disampaikan Ketua Bidang Pertanian dan Perkebunan PC GP Ansor Bondowoso, Hasan Basri, S.P., M.P. Dalam praktik tersebut, peserta diperkenalkan dengan sejumlah bahan, seperti bonggol pisang, daun gamal, air cucian beras, dan EM4.
Hasan mengatakan pengembangan pertanian organik perlu terus dikenalkan kepada petani, khususnya generasi muda. Pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar dapat menjadi bagian dari pengetahuan dan praktik pertanian yang dikembangkan di lingkungan masyarakat.
Ia juga mengajak peserta tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan membagikannya kepada masyarakat. Menurutnya, petani muda memiliki posisi penting dalam memperkenalkan praktik pertanian organik di lingkungan masing-masing.
“Saya mengajak para petani muda yang hadir hari ini untuk menjadi kepanjangan tangan dari PC GP Ansor Bondowoso, menjadi penggerak pertanian organik di tengah-tengah masyarakat. Jadilah agen perubahan di desa masing-masing,” ajak Hasan.
Sebagai bagian dari kegiatan, Hasan membagikan beberapa botol POC hasil buatannya secara gratis kepada peserta dan perwakilan kelompok tani. Pupuk tersebut selanjutnya dapat diuji coba dan diaplikasikan di lahan pertanian masing-masing.
Salah seorang pemuda tani asal Curahdami mengaku materi yang disampaikan memberikan pengalaman praktis. Ia menilai bahan-bahan yang digunakan mudah ditemukan sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan.
“Materinya sangat praktis dan bahannya ada di sekitar kita. Kami sebagai petani muda jadi lebih semangat untuk bertani organik,” ujarnya.
Melalui peluncuran Bio Sorbond, PC GP Ansor Bondowoso berharap kegiatan tersebut menjadi pintu masuk bagi berkembangnya gerakan pertanian organik di kalangan generasi muda.
Organisasi tersebut juga mendorong lahirnya petani muda yang mandiri dan inovatif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Bondowoso. (Rif)





