LINTASJATIM.com, Bondowoso – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Bondowoso menggelar Talkshow Kemandirian Ekonomi Santri bertajuk ‘Santripreneur Bondowoso: Dari Santri Menjadi Pengusaha Tangguh’, Jumat (30/10/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung di Paseban Alun-Alun Ki Ronggo Bondowoso tersebut diikuti 40 peserta dari kalangan santri, mahasiswa, dan kader muda Nahdlatul Ulama (NU).
Ketua PC GP Ansor Bondowoso, Fathor Rozi, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya mengubah orientasi kader muda NU agar tidak hanya berfokus pada jabatan politik dan pemerintahan, tetapi juga berani terjun ke dunia usaha.
“Hari ini kita melihat banyak aktivis muda orientasinya hanya ingin menjadi politisi dan pejabat publik. Tentu itu tidak salah, tapi belum lengkap. Jika semua ingin menjadi pejabat, siapa yang akan membuka lapangan pekerjaan? Kita butuh banyak pengusaha dari kalangan santri,” ujar Fathor Rozi.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menumbuhkan semangat kemandirian ekonomi di kalangan santri dan kader Ansor.
“Melalui Gebyar Ekonomi Santri (GES) ini, kita ingin menumbuhkan semangat kemandirian. Ansor tidak boleh hanya kuat dalam ngaji dan organisasi, tapi juga harus kuat secara ekonomi. Harus ada kader Ansor yang jadi pengusaha tangguh, yang mandiri dan bisa memandirikan umat,” lanjutnya.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi talkshow yang menghadirkan dua narasumber, yakni Budi Haryanto selaku Wakil Sekretaris PC GP Ansor Bondowoso sekaligus Ketua BPC HIPMI Bondowoso dan Rizal Rul Haq, Staf Marketing Komunikasi DMO Bondowoso-Situbondo IM3.
Dalam pemaparannya, Budi Haryanto membahas pola pikir kewirausahaan serta berbagai peluang usaha yang dapat dikembangkan santri dengan modal terbatas.
Sementara itu, Rizal Rul Haq berbagi strategi membangun branding dan menerapkan pemasaran digital yang efektif bagi pelaku usaha pemula. Materi tersebut diharapkan dapat membantu peserta memasarkan produk tanpa mengeluarkan biaya promosi secara berlebihan.
Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta antusias mengajukan pertanyaan mengenai cara memulai usaha, membagi waktu antara kegiatan mengaji dan berdagang, hingga strategi memasarkan produk di era digital.
Melalui kegiatan tersebut, PC GP Ansor Bondowoso berharap dapat menjadi langkah awal dalam membentuk komunitas Santripreneur yang solid.
Komunitas tersebut diharapkan mampu melahirkan pengusaha dari kalangan santri sekaligus menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Bondowoso. (Rif)





