LINTASJATIM.com, Bondowoso – Pengurus Cabang (PC) Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) Kabupaten Bondowoso dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso sepakat memperkuat kerja sama untuk mempercepat penyelesaian Identitas Sistem Informasi Masjid (ID SIMAS) serta menyiapkan penerbitan Kartu ID Masjid.
Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan PC LTM NU Bondowoso dengan Kemenag Bondowoso di Kantor Kemenag Bondowoso, Senin (5/10/2026).
Rombongan PC LTM NU Bondowoso diterima Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam Kemenag Bondowoso, Dr. Haryono, S.Ag., M.H., bersama jajaran staf Bimas Islam.
Dari PC LTM NU Bondowoso hadir Ketua Ahmad Basri Saifurrahman, MHI., Wakil Ketua Ahmad Muhtadi, MT., Bendahara Fadil, SHI., serta tim penerbitan.
Ketua PC LTM NU Bondowoso Ahmad Basri Saifurrahman mengatakan, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola kemasjidan, khususnya masjid yang berada dalam lingkungan amaliah Nahdliyin.
“Alhamdulillah, silaturahim PC LTM NU ke Kantor Kemenag Bondowoso pada pagi ini berjalan lancar dan semoga penuh berkah. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan rencana kerja sama penting terkait penyelesaian ID SIMAS Masjid serta rencana penerbitan Kartu ID Masjid,” ujar Ahmad Basri.
Menurutnya, sinergi LTM NU dan Kemenag diharapkan dapat mempercepat proses pendataan masjid. Data yang terintegrasi dinilai penting untuk mendukung pengelolaan masjid secara lebih tertib dan terarah.
Dalam pertemuan tersebut, SIMAS menjadi salah satu fokus pembahasan. Sistem tersebut digunakan Kementerian Agama untuk melakukan pendataan masjid dan musala secara nasional.
Melalui sinergi pendataan antara LTM NU dan Kemenag, proses verifikasi dan validasi ID SIMAS diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan akurat. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan administrasi dan identitas kelembagaan masjid.
Selain penyelesaian ID SIMAS, kedua pihak membahas rencana penerbitan Kartu ID Masjid. Kartu tersebut direncanakan menjadi identitas resmi yang lebih terstruktur bagi takmir masjid.
Bagi PC LTM NU Bondowoso, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi. Pendataan dan identitas masjid diharapkan dapat mendukung pembenahan tata kelola kemasjidan sehingga setiap masjid memiliki basis data yang lebih jelas.
Ahmad Basri berharap rencana kerja sama tersebut mendapat dukungan dari berbagai unsur Nahdlatul Ulama, terutama para kiai, pengurus struktural NU, dan warga Nahdliyin di Kabupaten Bondowoso.
“Mohon doa restu agar program kerja sama ini berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat luas bagi umat,” pungkasnya.
Melalui kesepakatan tersebut, PC LTM NU Bondowoso dan Kemenag Bondowoso mulai memperkuat langkah bersama untuk menyelesaikan ID SIMAS sekaligus menyiapkan penerbitan Kartu ID Masjid.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat tertib administrasi kemasjidan serta memberikan identitas yang lebih jelas bagi masjid dan takmir di Kabupaten Bondowoso. (Rif)





