Razia Lapas Bondowoso, Semua Sampel Tes Negatif

Razia Gabungan Lapas Bondowoso Libatkan TNI-Polri.
Razia Gabungan Lapas Bondowoso Libatkan TNI-Polri.

LINTASJATIM.com, Bondowoso – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bondowoso menggelar razia gabungan bersama personel Kodim 0822 Bondowoso, Polres Bondowoso, dan Brimob Polres Bondowoso, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini untuk menjaga keamanan dan ketertiban (kamtib) sekaligus memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap kondusif.

Bacaan Lainnya

Razia dilakukan dengan memeriksa sejumlah area di lingkungan Lapas. Selain penggeledahan, petugas juga mengambil sampel warga binaan untuk menjalani tes sebagai bagian dari pengawasan dan pencegahan potensi gangguan keamanan.

Kepala Lapas Bondowoso, Nunus Ananto, membuka kegiatan dengan memberikan arahan kepada seluruh petugas gabungan. Ia menekankan pentingnya razia rutin dan terukur untuk mendeteksi keberadaan barang terlarang maupun benda yang berpotensi mengganggu keamanan.

Menurutnya, langkah preventif tersebut diperlukan untuk meminimalkan risiko gangguan keamanan dan ketertiban. Dengan pengawasan berkala, lingkungan Lapas diharapkan tetap aman sehingga proses pembinaan warga binaan dapat berjalan optimal.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Bondowoso, Yusuf Arifandi, menjelaskan bahwa pemilihan sampel warga binaan dilakukan secara transparan oleh aparat gabungan dari unsur TNI dan Polri.

Dengan demikian, pihak Lapas tidak menentukan sendiri warga binaan yang menjalani pemeriksaan.

“Yang memilih adalah dari bapak-bapak kepolisian, Brimob, dan TNI. Jadi, kami tidak menentukan sendiri siapa yang diperiksa. Hasilnya, seluruh sampel yang diambil dinyatakan negatif,” ujar Yusuf saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan, razia dan penggeledahan merupakan bagian dari tanggung jawab petugas pemasyarakatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kegiatan preventif tersebut harus tetap dilakukan tanpa harus menunggu adanya temuan pelanggaran.

“Penggeledahan bukan berarti harus ada temuan terlebih dahulu baru dilakukan. Ini memang sudah menjadi tanggung jawab petugas lapas untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” terangnya.

Yusuf merinci, penggeledahan rutin di Lapas Bondowoso dilakukan melalui dua metode, yakni razia internal dan eksternal. Razia internal dilaksanakan petugas Lapas sebanyak dua kali dalam sepekan, sedangkan razia eksternal melibatkan aparat penegak hukum dari unsur TNI dan Polri.

Setelah pengarahan, petugas gabungan menyisir sejumlah area yang telah ditentukan. Pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk memastikan keamanan lingkungan pemasyarakatan.

Dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang, di antaranya pemotong kuku, alat cukur, korek api, botol minyak wangi, saringan kukusan, dan cermin.

Barang-barang tersebut selanjutnya ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari pengawasan terhadap benda-benda yang berada di lingkungan Lapas.

Keterlibatan personel Kodim 0822 Bondowoso, Polres Bondowoso, dan Brimob Polres Bondowoso turut memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menjaga keamanan. Sinergi tersebut menjadi salah satu upaya mengantisipasi potensi gangguan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Yusuf memastikan, berdasarkan hasil penggeledahan dan rangkaian tes pada hari tersebut, kondisi Lapas Bondowoso tetap kondusif. Seluruh sampel warga binaan yang diperiksa juga dinyatakan negatif.

Ia menambahkan, pemeriksaan rutin akan terus dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab petugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Melalui razia gabungan tersebut, Lapas Kelas IIB Bondowoso berupaya memperkuat deteksi dini sekaligus memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap aman. Dengan kondisi yang kondusif, pelaksanaan pembinaan warga binaan diharapkan dapat berjalan dengan baik. (Rif)

Pos terkait