17 Korban Keracunan MBG Masih Dirawat

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengecek kondisi siswa yang keracunan MBG. Sumber foto: www.detik.com
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengecek kondisi siswa yang keracunan MBG. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Nganjuk – Sebanyak 17 orang masih menjalani perawatan setelah mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 3 Nganjuk. Pemerintah Kabupaten Nganjuk memastikan penanganan medis terus dilakukan secara maksimal.

Dikutip dari detikJatim.com, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi turun langsung mengecek kondisi para korban di sejumlah fasilitas kesehatan pada Kamis (3/9/2026) malam.

Bacaan Lainnya

Marhaen mendatangi RSUD Nganjuk, RS Bhayangkara, dan RSI Aisyah. Selain memantau kondisi pasien, dia juga berdialog dengan sejumlah orangtua siswa yang masih mendampingi anak mereka.

“Kemarin Mas Wabup (Trihandy Cahyo Saputro) dan Forkopimda mengecek langsung ke rumah sakit. Saat ini saya juga mengecek kondisi terkini,” kata Marhaen.

Dalam kunjungan tersebut, Marhaen meminta para siswa tetap menjaga semangat selama menjalani perawatan. Dia juga memastikan fasilitas kesehatan terus memberikan pelayanan terbaik hingga seluruh pasien dinyatakan pulih.

Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah, rumah sakit, dan puskesmas menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan korban.

“Saya atas nama bupati, atas nama Pemkab Nganjuk mengucapkan terima kasih kepada seluruh rumah sakit dan puskesmas yang telah melakukan penanganan dengan baik,” ujarnya.

Marhaen menyebut jumlah orang yang terdampak dalam kejadian tersebut mencapai 127 orang. Mereka terdiri atas siswa, guru, staf sekolah, hingga orangtua siswa.

Dari total tersebut, hanya 17 orang yang masih mendapatkan perawatan hingga Kamis malam. Sebagian korban lainnya telah diperbolehkan kembali ke rumah setelah kondisi mereka membaik.

“Karena pelayanan semuanya bagus, semoga besok sudah bisa pulang ke rumah semua. Artinya semuanya sembuh,” harap Marhaen.

Pemkab Nganjuk juga menyiapkan dukungan terkait pembiayaan pengobatan para korban. Pemerintah daerah masih berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai sumber biaya perawatan.

“Kami terus berkoordinasi dengan BGN. Kalau biayanya dari BGN, tentunya kami terima kasih. Tapi intinya, kami dari Pemkab Nganjuk siap mensupport biaya pengobatannya,” tegasnya.

Kasus keracunan tersebut terjadi setelah para korban mengonsumsi paket MBG yang diproduksi SPPG Begadung 2 Nganjuk. Menu yang disajikan meliputi nasi goreng, tahu bulat, ayam suwir, telur dadar, acar, dan semangka.

Pos terkait