LINTASJATIM.com, Bondowoso – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso mulai mengonsolidasikan kekuatan politik menghadapi Pemilu 2029. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat basis Nahdliyin melalui bergabungnya tokoh dan keluarga besar pesantren ke dalam struktur partai.
Salah satu langkah strategis itu ditandai dengan bergabungnya Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al-Utsmani, KH Faqih Subhan, sebagai anggota Dewan Syura DPC PKB Bondowoso.
Kehadiran KH Faqih dinilai tidak hanya memperkuat struktur kepengurusan, tetapi juga menjadi simbol keberlanjutan perjuangan politik almarhum KH Subhan, yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan PKB di Bondowoso.
KH Faqih mengatakan keputusannya bergabung dengan PKB telah mendapat restu dari Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al-Utsmani, KH Ghozali Ustman. Menurutnya, keluarga besar Al-Utsmani memiliki ikatan historis yang kuat dengan PKB sejak partai tersebut dideklarasikan di lingkungan pesantren pada 1998.
“PKB lahir bukan hanya sebagai kendaraan politik, tetapi sebagai jembatan perjuangan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang selama ini dijaga dan dirawat oleh NU,” ujarnya.
Ia menegaskan, politik harus menjadi sarana memperjuangkan kepentingan umat, khususnya warga Nahdliyin, melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Bondowoso, Ahmad Dhafir, menyebut bergabungnya keluarga besar Al-Utsmani menjadi bagian dari penguatan organisasi yang berakar pada sejarah lahirnya PKB di Bondowoso.
“Alhamdulillah keluarga besar Pondok Pesantren Al-Utsmani berkenan dan direstui masuk dalam jajaran kepengurusan PKB untuk bersama-sama mengurus partai yang dilahirkan oleh NU,” katanya.
Dhafir menjelaskan, penguatan struktur partai tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten. PKB juga akan melibatkan keluarga besar Al-Utsmani hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) untuk memperkuat konsolidasi di kecamatan dan desa.
Selain itu, sejumlah tokoh yang sebelumnya aktif di GP Ansor dan Banser turut bergabung dalam kepengurusan baru. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas basis dukungan sekaligus memperkuat mesin partai menjelang Pemilu 2029.
Dhafir optimistis konsolidasi berbasis pesantren akan berdampak positif terhadap perolehan kursi PKB pada pemilu mendatang.
“Tentu target kami kursi tidak boleh berkurang. Saya justru yakin akan bertambah,” tegasnya.
Ia juga mengajak kader dan alumni pesantren untuk mengambil peran lebih besar di dunia politik agar aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan secara lebih luas melalui lembaga legislatif. (Rif)





