LINTASJATIM.com, Surabaya – Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026, dukungan terhadap calon pemimpin PBNU mulai bermunculan dari berbagai kalangan Nahdliyin. Salah satunya datang dari Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur.
Ketua PKC PMII Jawa Timur, Akiedo Zawa, menyatakan dukungannya kepada Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag., untuk menjadi Rais Aam PBNU pada Muktamar NU 2026 mendatang.
Menurut Edo, sapaan akrab Akiedo Zawa, NU membutuhkan sosok ulama yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga pengalaman dalam membangun kemandirian umat melalui pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia.
“Kami melihat KH Asep Saifuddin Chalim sebagai ulama yang memiliki rekam jejak kuat dalam pengabdian kepada umat. Dedikasi beliau dalam membangun pesantren dan lembaga pendidikan menunjukkan komitmen besar terhadap masa depan generasi Nahdliyin,” ujarnya di Surabaya.
Edo menilai pengalaman panjang KH Asep di dunia pesantren dan pendidikan menjadikannya figur yang relevan untuk memperkuat tradisi keilmuan di tubuh NU.
“NU membutuhkan kepemimpinan ulama yang visioner, mampu menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus mendorong kemajuan umat. Dalam pandangan kami, KH Asep memiliki kapasitas tersebut,” katanya.
PKC PMII Jawa Timur juga berharap Muktamar NU 2026 menjadi momentum konsolidasi warga Nahdliyin untuk memperkuat peran NU dalam kehidupan kebangsaan, khususnya dalam menjaga nilai-nilai Islam moderat dan berkeadaban.
“Kami berharap Muktamar NU melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa NU semakin kuat dalam menjaga tradisi keilmuan, memperjuangkan kemaslahatan umat, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” pungkas Edo.





