Presidium Tokoh Pemuda Madura Dukung Madura Jadi Provinsi

  • Whatsapp

LINTASJATIM.com, Bangkalan – H. Moh Holifi Aziz M.Pd.I, Koordinator Presidium Pemuda Madura Raya mendukung penuh pembentukan Provinsi Madura.

Hal itu dikemukakan, H. Holifi saat pertemuan Ulama se-Madura, Rektor Perguruan Tinggi se-Madura dan anggota DPR se-Madura menyambangi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (18/11/2020).

“Kami mendukung penuh Madura jadi Provinsi. Kami mohon bapak Profesor Mahfud MD untuk bersama-sama mengawal dan mewadahi aspirasi tokoh Madura,” ujar H. Holifi ketua Presidium Pemuda Madura pada Mata Madura, Kamis (19/11/2020).

Holifi mengatakan, dirinya selalu ikut terlibat aktif dalam mengawal pembentukan Provinsi Madura. Bahkan ketika setiap pertemuan tokoh se-Madura Holifi selalu hadir.

“Kami juga minta kepada bapak profesor untuk menjadi figur utama proses Madura menjadi provinsi,” ujar pria asal Bangkalan ini.

Kata dia, bukan semata-mata soal permasalahan administratif, melainkan solusi bagi kesejahteraan Madura.

“Madura mempunyai kekuatan ekonomi dan sosial yang besar dengan banyaknya pesantren di Madura. Serta Sumber daya alam yang memadai dan sumber migas yang ada di Madura itu bisa menopang kesejahteraan secara mandiri,” papar Holifi.

Sebagai wujud dukungan terhadap pembentukan Provinsi Madura, Holifi siap membentuk koordinator pemuda mulai tingkat kecamatan se-Madura, 4 kabupaten di Madudan Madura Raya.

Soal pemekaran menjadi lima kabupaten sesuai syarat administratif berdirinya provinsi baru, sesuai intruksi Mahfud MD koordinasi dengan Kabupaten lain diluar Madura.

“Sesuai intruksi Mahfud MD, disarankan koordinasi dengan Surabaya, Banyuwangi dan Probolinggo dan Gresik,” paparnya.

Mahfud sebagai salah satu putra terbaik Madura, dinilai bisa mengakomodasi keinginan itu.

“Pak Mahfud menjadi tumpuan masyarakat Madura. Saya berharap  semua Tokoh di Madura, para ulama dan DPR RI yang mewakili Madura, mendukung penuh atas Madura dijadikan provinsi, pasalnya hal ini demi kesejahteraan masyarakat Madura,” tutup Holifi. (Syaf)

Pos terkait