LINTASJATIM.com, Surabaya – Keluarga Zulkarnain Abdil Aziz (10), bocah penyandang disabilitas yang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan di Surabaya, meminta kedua anak yang diduga terlibat mendapatkan pembinaan hingga dewasa.
Dikutip dari detikJatim.com, permintaan itu disampaikan ibu korban, Selaras Abdul, setelah proses hukum terhadap dua anak tetangganya yang masing-masing berinisial K (10) dan F (8) berjalan. Menurut Laras, penanganan terhadap keduanya belum memenuhi harapannya.
Ia menyebut hanya K yang ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan F tidak ditetapkan sebagai tersangka karena masih di bawah umur. Laras juga menyinggung status F yang disebut sebagai anak asuh rukun tetangga (RT) setempat.
“Mereka sudah diproses. Cuma memang tidak bisa dipidana karena di bawah umur menurut UU. Sudah dijadikan tersangka yang umur 10 tahun dan masih menunggu proses rehabilitasi dari Dinsos,” kata Laras, Jumat (16/10/2026).
Meski memahami adanya ketentuan hukum bagi anak yang berhadapan dengan hukum, Laras berharap kedua anak tersebut tetap mendapatkan pembinaan agar memahami konsekuensi perbuatannya.
“Saya menuntut kedua pelaku kalau bisa dibina sampai dewasa, sampai dia bisa mengerti mana yang hak dan batil, mana yang baik dan jelek agar tidak merugikan orang lain, jangan cuma satu anak,” ujarnya.
Selain memperjuangkan pembinaan bagi kedua anak tersebut, Laras juga mempertanyakan transparansi hasil pemeriksaan medis terhadap jenazah putranya.
Ia mengaku belum memperoleh penjelasan terperinci mengenai hasil visum maupun penyebab pasti kematian Zulkarnain. Padahal, saat ditemukan, korban disebut dalam kondisi kritis dengan wajah membiru dan tali sepatu terlilit di leher.
Laras juga menyebut mulut anaknya dijejali sabun colek dan terdapat daun lamtoro pada tubuh korban. Kondisi tersebut membuat keluarga berharap mendapatkan kejelasan mengenai hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
“Enggak dikasih tahu secara detail. Hasilnya itu kan habis dijerat pakai tali sepatu, dijejali sabun colek, terus ditaburi lantoro,” tandasnya.
Sebelumnya, kasus kematian Zulkarnain menjadi perhatian publik setelah orang tuanya menceritakan peristiwa tersebut melalui video yang beredar di media sosial. Mereka berharap kasus yang menimpa anaknya mendapat penanganan yang adil.
Zulkarnain merupakan anak kedua pasangan Selaras Abdul dan Nurul Fadilah. Peristiwa itu dilaporkan terjadi di Jalan Tambak Medokan Ayu XI, Surabaya.
Hingga kini, keluarga korban masih berharap adanya kejelasan mengenai penyebab kematian anak mereka serta pembinaan terhadap kedua anak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.





