Aksi Curanmor Gagal, Dua Pelaku Babak Belur Dimassa

Dua maling motor yang ditangkap warga di Margorejo Surabaya saat diamankan anggota Polsek Wonocolo. Sumber foto: www.detik.com
Dua maling motor yang ditangkap warga di Margorejo Surabaya saat diamankan anggota Polsek Wonocolo. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Surabaya – Upaya pencurian sepeda motor di kawasan Margorejo, Surabaya, berakhir gagal setelah dua pelaku tertangkap warga dan menjadi sasaran amuk massa. Satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.

Dikutip dari detikJatim.com, peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah kos di Jalan Margorejo 5 A, Kecamatan Wonocolo, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Aksi pelaku terendus saat salah satu dari mereka memasuki area parkir kos yang dalam kondisi sepi.

Bacaan Lainnya

Gadit, anak pemilik rumah kos, mengungkapkan bahwa pelaku memanfaatkan situasi pagar yang tidak terkunci untuk melancarkan aksinya.

“Satu pelaku sudah masuk ke parkiran, kebetulan pintu pagar tidak dikunci dan situasi sepi,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Namun, gerak-gerik pelaku lebih dulu diketahui dari dalam rumah. Gadit pun langsung berteriak meminta pertolongan warga.

“Pelaku saya teriaki ‘maling’ dan saya kejar. Dia panik lalu jatuh di dekat Hotel Movenpick,” tambahnya.

Teriakan tersebut memancing perhatian warga sekitar yang kemudian turut membantu mengejar dan menangkap dua pelaku beserta sepeda motor yang digunakan. Sementara satu pelaku lainnya berhasil kabur.

Dari hasil pemeriksaan awal, warga menemukan barang bukti berupa kunci T dan pelat nomor yang diduga bukan milik kendaraan pelaku.

“Di jok motor ada pelat nomor yang tidak diketahui milik siapa dan ada kunci T,” jelas Gadit.

Kedua pelaku sempat menjadi sasaran kemarahan warga sebelum akhirnya diamankan petugas kepolisian yang datang ke lokasi. Polisi langsung mengevakuasi pelaku ke dalam mobil patroli guna menghindari aksi main hakim sendiri.

Saat dimintai keterangan oleh warga, kedua pelaku mengaku berasal dari wilayah Bulak Banteng dan Kedung Mangu, Surabaya. Keduanya diketahui berinisial RI dan RG, serta diperkirakan masih berusia sekitar 20 tahun.

“Inisial RI dan RG, dari Bulak Banteng dan Kedung Mangu,” pungkas Gadit.

Pos terkait