Yayasan DAMPAK Bidik 1.000 Warung Kopi dan Anak Asuh

Yayasan DAMPAK Targetkan 1.000 Titik Jaringan Kopi Rakyat dan Anak Asuh di Bondowoso.
Yayasan DAMPAK Targetkan 1.000 Titik Jaringan Kopi Rakyat dan Anak Asuh di Bondowoso.

LINTASJATIM.com, Bondowoso – Yayasan DAMPAK mengembangkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan dukungan pendidikan melalui Jaringan Kopi Rakyat (JKR) dan Gerakan 1.000 Anak Asuh tingkat pelajar se-Kabupaten Bondowoso.

Melalui program JKR, yayasan menargetkan pembentukan 1.000 titik warung kopi rakyat berbasis digital. Sementara itu, Gerakan 1.000 Anak Asuh diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus memberikan pendampingan dan motivasi kepada pelajar.

Sosialisasi perdana kedua program tersebut digelar di Pendopo Kecamatan Grujugan, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini diikuti 12 pemilik kedai kopi rakyat yang menjadi sasaran awal pengembangan jaringan.

Pembina Yayasan DAMPAK, Taufik Hidayat, mengatakan JKR dirancang untuk memperkuat kolaborasi antarpelaku usaha kecil melalui jaringan pasokan dan pengelolaan data yang terintegrasi.

“JKR adalah inisiasi ekosistem ekonomi yang memiliki misi untuk mengkonsolidasikan warung kopi independen ke dalam satu jaringan pasokan dan jaringan data terpadu,” jelas Taufik.

Direktur JKR, Ahdari, menjelaskan bahwa jaringan tersebut akan dikembangkan dengan pemetaan digital di 23 kecamatan di Bondowoso. Pendataan ditargetkan menjangkau hingga lima dusun per desa.

Setiap kedai nantinya akan memiliki identitas standar berupa kode JKR, nama warung, dan nama pemilik. Data tersebut juga akan dilengkapi dengan informasi lokasi berbasis GPS atau geotagging.

Sistem ini dirancang untuk mempermudah pendataan anggota jaringan, meningkatkan visibilitas warung secara daring, serta mendukung efisiensi rantai pasok kopi dari hulu hingga hilir.

Ketua Yayasan DAMPAK, Sopyan Maliki, menambahkan bahwa program tersebut juga mencakup penyediaan identitas fisik bagi kedai mitra berupa spanduk resmi JKR.

“Kedai kopi milik warga akan difasilitasi dengan standarisasi spanduk identitas resmi JKR untuk membantu peningkatan omzet dan daya tarik pelanggan baru. Warung kopi rakyat akan bertindak sebagai garda depan penjualan langsung ke masyarakat,” paparnya.

Selain penguatan usaha, Yayasan DAMPAK memberikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada pemilik kedai yang menjadi mitra JKR. Bantuan tersebut diserahkan oleh Direktur Bidang Sosial Yayasan DAMPAK, Abduh.

Di sektor pendidikan, Gerakan 1.000 Anak Asuh menjadi bagian dari upaya yayasan membantu pelajar di Bondowoso agar dapat memenuhi kebutuhan sekolah dan memperoleh dukungan untuk mengembangkan potensi diri.

Direktur Bidang Pendidikan Yayasan DAMPAK, Mohammad Hairul, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan perlengkapan sekolah, tetapi juga mencakup pendampingan bagi para pelajar.

“Kami tidak hanya membantu perlengkapan sekolah berupa tas, sepatu, buku dan alat tulis sekolah lain. Namun, kami juga hadir memberikan pendampingan dan motivasi agar anak-anak tetap optimis untuk berprestasi,” tegas Hairul.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung pukul 15.00–16.30 WIB tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Yazid Wahyudi, Direktur Bidang Keagamaan dan Safari Dakwah Yayasan DAMPAK sekaligus Koordinator Lapangan JKR Zona 1.

Melalui kedua program tersebut, Yayasan DAMPAK berharap pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat berjalan beriringan dengan dukungan pendidikan bagi pelajar di Bondowoso.

Pos terkait