Trailer Muat Gula Melintang, Flyover Trosobo Macet Total

Truk Trailer yang melintang karena tak kuat menanjak di jembatan layang Trosobo. Sumber foto: www.detik.com
Truk Trailer yang melintang karena tak kuat menanjak di jembatan layang Trosobo. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Sidoarjo – Arus lalu lintas dari Mojokerto menuju Surabaya lumpuh total setelah sebuah truk trailer bermuatan gula terguling melintang di Flyover Trosobo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (25/2/2026) sore.

Dikutip dari detikJatim.com, peristiwa terjadi sekitar pukul 15.50 WIB. Truk bernopol B 9759 ZB yang mengangkut kontainer 40 feet itu diduga tak kuat menanjak di tanjakan flyover hingga akhirnya oleng dan menutup seluruh badan jalan dari arah barat ke timur.

Bacaan Lainnya

Akibat posisi kendaraan yang melintang, akses utama Mojokerto–Surabaya tidak dapat dilalui kendaraan. Antrean panjang pun tak terhindarkan di jalur tersebut.

Kanit Lantas Polsek Taman Iptu Heri Nurcahyo membenarkan kejadian itu. Ia menyebut kecelakaan merupakan insiden tunggal tanpa melibatkan kendaraan lain.

“Truk trailer muat gula itu tidak kuat nanjak, kemudian oleng ke kanan hingga roda depan naik pembatas jalan dan posisi kendaraan melintang menutup semua badan jalan arah Mojokerto ke Surabaya,” ujar Heri.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak kecelakaan cukup signifikan karena jalur utama penghubung dua wilayah tersebut sempat tidak bisa dilalui kendaraan dari arah Mojokerto.

Untuk mengurai kepadatan, petugas melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan melalui jalur alternatif.

“Kami lakukan pengalihan arus dari Mojokerto ke Surabaya lewat bypass Krian ke arah Driyorejo agar tidak terjadi kemacetan panjang,” jelasnya.

Sementara itu, arus dari arah Surabaya menuju Mojokerto terpantau tetap lancar. Sejumlah personel Satlantas masih berjaga di sekitar lokasi untuk mengatur kendaraan sembari menunggu proses evakuasi truk selesai.

Hingga petang, kendaraan pribadi sebenarnya masih dapat melintas di sisi flyover. Namun banyak pengendara memilih memutar arah karena khawatir dengan posisi kontainer yang hampir menutup seluruh badan jalan.

Pos terkait