LINTASJATIM.com, Malang – Hujan deras yang mengguyur Kota Malang sejak Sabtu (14/3/2026) sore menyebabkan banjir di puluhan lokasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mencatat sedikitnya 21 titik genangan tersebar di lima kecamatan.
Dikutip dari detikJatim,com, Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Prayitno mengatakan banjir terjadi setelah curah hujan tinggi meningkatkan debit air di saluran drainase hingga meluap ke jalan dan kawasan permukiman warga.
“Kondisi ini memicu luapan air ke sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman warga di beberapa kecamatan,” ujar Prayitno, Sabtu (14/3/2026).
Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD menyebutkan banjir tersebar di Kecamatan Blimbing, Sukun, Lowokwaru, Klojen, dan Kedungkandang.
Di Kecamatan Blimbing, genangan dilaporkan terjadi di Jalan Letjen Sutoyo, Jalan Letjen S. Parman, Jalan Panji Suroso Utara Gang IA, kawasan Jalan Industri Barat, serta Jalan Kedawung.
Sementara di Kecamatan Sukun, banjir terjadi di wilayah Karangbesuki dan Bukit Barisan, Gadingkasri.
Di Kecamatan Lowokwaru, beberapa titik yang terdampak antara lain Jalan Bungur, kawasan Sudimoro Mojolangu, Jalan Bunga Coklat di Jatimulyo, Jalan Cengger Ayam Tulusrejo, Jalan Soekarno-Hatta dekat Everyday Smart Hotel, Terusan Kendalsari Mojolangu, serta Jalan Melati dan Jalan Mawar.
Genangan juga tercatat di Kecamatan Klojen, meliputi kawasan Kayutangan, Jalan Galunggung Gadingkasri, hingga area sekitar Malang Town Square (Matos) di Jalan Veteran.
Adapun di Kecamatan Kedungkandang, banjir terpantau di kawasan Sawojajar, tepatnya di Jalan Danau Kerinci Raya, Jalan Danau Toba, dan Jalan Danau Bratan Raya.
BPBD menjelaskan banjir dipicu intensitas hujan yang tinggi sehingga kapasitas saluran drainase tidak mampu menampung debit air.
Meski sempat menggenangi sejumlah ruas jalan dan lingkungan warga, kondisi air di sebagian besar titik dilaporkan mulai berangsur surut pada sore hari.
“Saat ini terpantau air sudah mulai surut,” pungkas Prayitno.





