LINTASJATIM.com, Nganjuk – Penanganan puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk yang mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) masih berlangsung. Hingga Kamis (3/9/2026) siang, 33 siswa masih menjalani perawatan medis.
Dikutip dari detikJatim.com, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro mengatakan, kondisi para siswa yang masih dirawat menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah daerah terus memantau kondisi mereka bersama tenaga kesehatan.
“Untuk 33 siswa yang masih dirawat, kondisinya juga membaik,” kata Trihandy saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).
Selain pasien yang masih mendapatkan perawatan, sebanyak 92 siswa telah diperbolehkan meninggalkan fasilitas kesehatan setelah dinyatakan pulih. Data tersebut tercatat hingga pukul 12.00 WIB.
Pemkab Nganjuk juga memperkuat pelayanan medis dengan melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai bidang. Dokter spesialis, dokter umum, hingga perawat disiagakan untuk menangani para siswa.
“Mulai dokter spesialis, dokter, perawat, kami siapkan untuk menangani kejadian ini dari awal,” ujar Trihandy.
Pelayanan korban tidak hanya dipusatkan di rumah sakit. Pemerintah membuka akses penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas. Dinas Kesehatan juga diterjunkan untuk melakukan verifikasi kondisi korban secara langsung.
Kasus tersebut bermula setelah siswa menyantap paket MBG yang terdiri atas nasi goreng, ayam suwir, telur dadar, dan tahu bulat. Makanan itu diproduksi dan didistribusikan SPPG Begadung 2.
Para siswa yang mengalami gejala keracunan mendapat penanganan di RSUD Nganjuk, RS Bhayangkara, Rumah Sakit Islam Aisyiah, serta sejumlah puskesmas.
Sebagai langkah sementara, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menghentikan operasional atau melakukan suspend terhadap SPPG Begadung 2. Belum ada kepastian kapan layanan tersebut akan kembali beroperasi.
Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan. Polisi bersama Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dilibatkan untuk mengusut sumber masalah dalam kasus keracunan tersebut.





