LINTASJATIM.com, Malang – Pencarian terhadap dua pendaki ilegal yang diduga memasuki kawasan Gunung Semeru tanpa izin resmi mulai dilakukan petugas gabungan. Salah satunya diketahui bernama Beryliyant, warga asal Surabaya, yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membenarkan adanya laporan pendaki hilang tersebut. Petugas saat ini telah melakukan penyisiran untuk menemukan keberadaan korban.
Dikutip dari detikJatim.com, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Balai Besar TNBTS, Bambang Suriyono, mengatakan proses pencarian masih berlangsung. Pihaknya juga menunggu keterlibatan Basarnas untuk memperkuat upaya pencarian.
“Sudah (pencarian) dan masih menunggu dari Basarnas untuk sama-sama melakukan pencarian,” tegas Bambang, Sabtu (7/11/2026) sore.
Berdasarkan informasi awal, Beryliyant diduga tidak melakukan perjalanan seorang diri. Ia disebut mendaki bersama satu orang rekannya yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya.
“Dugaannya dua orang (pendaki) dan Tanggal 2 November 2026 (mendaki),” beber Bambang.
Petugas akan memusatkan pencarian di sepanjang jalur menuju Gunung Semeru, khususnya kawasan Ayek-Ayek yang menjadi titik penyisiran.
“Sepanjang jalur dari Ayek-Ayek (fokus pencarian),” ujarnya.
Informasi mengenai hilangnya pendaki tersebut sebelumnya juga beredar melalui media sosial. Dalam unggahan yang beredar, Beryliyant sempat mengabarkan kepada keluarganya bahwa dirinya telah tiba di kawasan Gunung Semeru.
Namun, setelah kabar tersebut disampaikan, komunikasi dengannya dilaporkan terputus hingga akhirnya muncul informasi mengenai dugaan hilangnya pendaki tersebut.
Hingga Sabtu sore, petugas gabungan masih berupaya menelusuri keberadaan Beryliyant dan rekannya. Proses pencarian selanjutnya akan melibatkan Basarnas untuk memperkuat koordinasi di lapangan.





