LINTASJATIM.com, Ponorogo – Sidang Komisi Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) dalam Musyawarah Kerja Cabang (Musker) II PCNU Ponorogo menetapkan sejumlah program prioritas strategis untuk memperkuat kaderisasi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) hingga 2028.
Kegiatan yang digelar di Graha PCNU Ponorogo, Sabtu (23/5/2026), itu menjadi tindak lanjut dari Rencana Strategis (Renstra) PCNU Ponorogo 2024–2029 yang menempatkan kaderisasi dan penguatan organisasi sebagai agenda utama memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama.
Sidang Komisi OKK dihadiri Wakil Rois PCNU Ponorogo Prof. Dr. Luthfi Hadi Aminudin, M.A., Wakil Ketua OKK Alim Nur Faizin, M.Si., Wakil Sekretaris OKK Dr. Arik Dwijayanto, M.A., serta jajaran pengurus dan anggota komisi, termasuk pengurus Lakpesdam PCNU Ponorogo.
Dalam sidang tersebut, peserta membahas strategi pengembangan sistem kaderisasi yang komprehensif, mandiri, dan berkelanjutan melalui pendidikan dan pelatihan organisasi.
Setelah melalui pembahasan panjang, Komisi OKK menetapkan dua program unggulan yang menjadi prioritas pelaksanaan pasca-Musker II hingga akhir 2028.
Program pertama adalah Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) sebagai implementasi Peraturan Perkumpulan Nomor 1 Tahun 2024 tentang Sistem Kaderisasi.
Program ini memiliki dua target utama, yakni mencetak kader NU yang memiliki kompetensi, komitmen, militansi, serta tanggung jawab organisasi, dan menugaskan kader untuk memfasilitasi pembentukan Pengurus Anak Ranting (PAR) di wilayah masing-masing.
Pelaksanaan program direncanakan di 21 MWC NU se-Kabupaten Ponorogo dengan sistem zonasi untuk memudahkan pengendalian dan distribusi kader.
Program kedua adalah Kajian dan Pengembangan Organisasi yang difokuskan pada penyusunan kajian strategis pengembangan SDM berdasarkan kebutuhan perangkat organisasi NU.
Program ini juga akan diwujudkan melalui kegiatan Ngaji Qonun Asasi NU dan Ngaji Peraturan Perkumpulan guna memperkuat tata kelola organisasi sesuai regulasi yang berlaku.
Wakil Rois PCNU Ponorogo, Prof. Dr. Luthfi Hadi Aminudin, menegaskan bahwa Renstra PCNU Ponorogo harus menjadi landasan seluruh gerak organisasi.
“Amanah Renstra PCNU Ponorogo harus menjadi roh seluruh kegiatan organisasi, baik lembaga maupun badan otonom, agar target optimalisasi peran dan peningkatan kinerja organisasi dapat tercapai,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua OKK PCNU Ponorogo, Alim Nur Faizin, menyebut hasil sidang komisi merupakan implementasi konkret dari amanah Renstra dalam bidang kaderisasi dan pengelolaan organisasi.
“Hasil Musker II ini sangat penting, terutama setelah adanya moratorium kaderisasi pada Musker sebelumnya. Fokus kami adalah penyusunan database keanggotaan dan peningkatan kapasitas kader melalui kaderisasi tingkat pertama dan menengah,” jelasnya.
Ketua Lakpesdam PCNU Ponorogo, Novi Tri Hartanto, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti hasil sidang melalui pembentukan tim khusus untuk menyusun timeline pelaksanaan program.
“Kami akan menjalankan amanah ini dengan profesionalitas, dedikasi, dan kerja tim agar penguatan kaderisasi serta pelayanan kepada jam’iyah dan jamaah dapat berjalan optimal,” tegasnya.
Melalui hasil Musker II tersebut, PCNU Ponorogo menegaskan komitmennya membangun organisasi yang profesional, terstruktur, dan berbasis kaderisasi kuat sebagai fondasi keberlanjutan perjuangan Nahdlatul Ulama di masa mendatang.





