LINTASJATIM.com, Bondowoso – Universitas Jember (UNEJ) bersama SMK PPN 1 Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, mendorong pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih kontekstual dengan dunia kejuruan melalui penerapan SALLAGRI (Self Access Language Learning for Agriculture).
Program tersebut diimplementasikan sekaligus disosialisasikan pada 10–13 Agustus 2026 dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat UNEJ. SALLAGRI dirancang untuk menjawab kebutuhan pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga berkaitan langsung dengan kompetensi pertanian siswa.
SALLAGRI merupakan laman pembelajaran Bahasa Inggris mandiri berbasis pertanian yang dikembangkan melalui kolaborasi lintas bidang di UNEJ, khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP dan Fakultas Pertanian.
Tim pengembang SALLAGRI terdiri atas Ika Fitriani, S.Pd., M.Pd., Emilda Oktaviyani, S.S., M.Pd., dan Ali Wafa, S.P., M.Si. Laman tersebut dirancang agar siswa dapat mempelajari Bahasa Inggris secara mandiri menggunakan materi yang disesuaikan dengan konteks pertanian lokal Bondowoso.
Materi yang tersedia tidak hanya mencakup kemampuan berbahasa secara umum, tetapi juga berbagai topik yang berkaitan dengan bidang pertanian. Pendekatan tersebut membuat pembelajaran lebih relevan dengan kebutuhan siswa SMK yang dipersiapkan memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.
SALLAGRI juga dilengkapi fitur interaktif berbasis gamifikasi sehingga siswa dapat belajar secara lebih fleksibel. Platform tersebut dapat digunakan sebagai materi pendukung pembelajaran di kelas maupun sarana belajar mandiri di luar jam sekolah.
Kepala SMK PPN 1 Tegalampel, Sujianto, M.Pd., mengapresiasi program yang diberikan UNEJ kepada sekolahnya.
“Kami menyampaikan terima kasih dan rasa syukur atas program dari Universitas Jember yang diwujudkan dalam bentuk website belajar Bahasa Inggris SALLAGRI kepada siswa SMK PPN 1 Tegalampel. Besar harapan kami agar siswa semakin mahir berbahasa Inggris, khususnya dalam konteks pertanian,” ujarnya.
Guru Bahasa Inggris SMK PPN 1 Tegalampel, Steven Leo Agusta, S.Pd., turut menyambut positif inovasi tersebut. Menurutnya, SALLAGRI dapat menjadi alternatif untuk memperkaya pengalaman belajar Bahasa Inggris siswa.
Bagi siswa, penggunaan SALLAGRI memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Mereka dapat mengakses materi secara fleksibel sekaligus mempelajari Bahasa Inggris melalui konteks yang dekat dengan bidang pertanian.
Program tersebut juga melibatkan mahasiswa UNEJ sebagai asisten lapangan. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah dalam mengimplementasikan inovasi pembelajaran.
Salah seorang mahasiswa yang terlibat, Muhammad Rafi Sofyan Putra, mengaku bangga melihat antusiasme siswa SMK PPN 1 Tegalampel saat menggunakan SALLAGRI.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penguatan pendidikan vokasi tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis. Kemampuan Bahasa Inggris juga menjadi modal penting bagi siswa untuk mengakses teknologi, literatur, dan informasi pertanian yang berkembang secara global.
Melalui SALLAGRI, UNEJ dan SMK PPN 1 Tegalampel berupaya mempertemukan potensi lokal dengan kebutuhan global. Pertanian Bondowoso menjadi konteks pembelajaran, sedangkan Bahasa Inggris menjadi salah satu sarana untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan daya saing siswa.
Ke depan, SALLAGRI diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai model pembelajaran Bahasa Inggris yang relevan bagi pendidikan vokasi. Program tersebut juga diharapkan memperkuat sinergi perguruan tinggi dan sekolah dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global. (Rif)





