LINTASJATIM.com, Bondowoso – Memasuki hari ke-18 dari total 40 hari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Tahun 2026, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja yang telah disusun, tetapi juga aktif berbaur dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di Desa Gubrih, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso.
KKN Reguler merupakan program tahunan yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Ampel Surabaya setiap libur semester enam. Pada tahun 2026, sebanyak 3.869 mahasiswa diterjunkan ke berbagai daerah untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
Di Desa Gubrih, sebanyak 17 mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 225 menjalankan berbagai program di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua LPPM UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. H. Moh. Syaeful Bahar, S.Ag., M.Si., mengatakan keberhasilan pelaksanaan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Keberhasilan KKN tidak hanya ditentukan oleh terlaksananya program kerja, tetapi juga oleh kemampuan mahasiswa untuk bergerak, berdampak, dan membawa maslahat bagi umat,” ujarnya.
Salah seorang mahasiswa KKN Kelompok 225, Zahrotin Nur Firda, mengatakan selama pelaksanaan KKN para mahasiswa berupaya menyesuaikan diri dengan kehidupan masyarakat. Salah satunya dengan mempelajari bahasa Madura agar komunikasi dengan warga menjadi lebih mudah.
Selain itu, mahasiswa mengadakan bimbingan belajar bagi anak-anak desa yang mencakup membaca, mengaji, matematika, bahasa Arab, dan bahasa Inggris.
“Dalam kegiatan kelembagaan desa, mahasiswa turut membantu perangkat desa dalam berbagai aktivitas administratif maupun pelayanan masyarakat. Sementara di bidang keagamaan, mahasiswa terlibat aktif mengajar di Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ, mendampingi kegiatan ekstrakurikuler dai-daiyah dan banjari di Yayasan Al-Fata, menjadi muazin dan imam di masjid desa, serta melaksanakan roan masjid setiap pekan,” tutur Zahrotin.
Selain menjalankan kegiatan rutin, mahasiswa juga tengah mempersiapkan sejumlah program unggulan, di antaranya pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbahan ekstrak pandan, sosialisasi pengelolaan sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bondowoso, serta pembuatan SiGepeng sebagai media pemilahan sampah botol untuk mendukung budaya peduli lingkungan di Desa Gubrih.
Dalam bidang sosial, mahasiswa juga melakukan silaturahmi kepada tokoh masyarakat, membantu warga di lahan pertanian, serta mengikuti pengajian di desa maupun desa sekitar sebagai upaya memperkuat hubungan dengan masyarakat.
Kepala Desa Gubrih, Abd Bari, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Surabaya. Menurutnya, meski baru memasuki hari ke-18, para mahasiswa telah mampu beradaptasi dengan masyarakat dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan desa.
“Mahasiswa KKN sudah mampu berbaur dengan masyarakat, aktif dalam berbagai kegiatan desa, dan memberikan dampak positif bagi warga,” katanya.
Dengan sisa masa pengabdian hingga hari ke-40, mahasiswa KKN Kelompok 225 berkomitmen menuntaskan seluruh program kerja yang telah dirancang sekaligus terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat Desa Gubrih melalui berbagai kegiatan pemberdayaan, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai sosial keagamaan.





