LINTASJATIM.com, Bondowoso – Memasuki usia ke-207, Kabupaten Bondowoso tidak hanya diajak mengenang sejarah, tetapi juga merefleksikan tanggung jawab generasi saat ini dalam menentukan masa depan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., saat menghadiri Istighosah dan Tasyakuran Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke-207, Sabtu (15/8/2026).
Dalam sambutannya, Abdul Hamid Wahid mengatakan Harjabo menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang Bondowoso sekaligus menghormati para pendahulu yang telah meletakkan fondasi daerah.
Ia menyebut sejarah Bondowoso bermula pada 1819 melalui pembukaan wilayah atau buka alas yang kemudian berkembang menjadi wilayah dengan struktur pemerintahan sebagai cikal bakal Kabupaten Bondowoso.
“Peringatan Harjabo ke-207 ini membawa ingatan kita pada tonggak sejarah penting daerah kita. Pada 1819, berdiri sebuah wilayah yang menjadi cikal bakal Kabupaten Bondowoso,” ujar Abdul Hamid.
Menurutnya, perjalanan sejarah tersebut tidak terlepas dari sosok Ki Ronggo atau Raden Bagus Asra beserta keluarga dan para pengikutnya. Perjuangan mereka menjadi bagian penting dalam terbentuknya Bondowoso.
Karena itu, momentum tasyakuran juga dimanfaatkan untuk memberikan penghormatan dan doa bagi para pendiri daerah. Abdul Hamid berharap keteladanan Ki Ronggo tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi menjadi inspirasi bagi generasi saat ini.
“Semoga dedikasi dan keteladanan Ki Ronggo menjadi inspirasi bagi kita untuk terus merawat dan memajukan daerah ini,” katanya.
Abdul Hamid menilai usia 207 tahun bukan sekadar angka. Perjalanan panjang Bondowoso juga membawa tanggung jawab bagi generasi saat ini untuk memastikan pembangunan daerah terus bergerak ke arah yang lebih baik.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan kontribusi seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.
Ia pun mengajak masyarakat menyatukan niat dan tekad untuk menjaga Bondowoso tetap aman dan damai, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan serta kemajuan daerah.
“Melalui momentum istighosah ini, marilah kita satukan niat dan tekad. Kita memohon pertolongan Allah SWT agar Bondowoso senantiasa dinaungi kedamaian, kesejahteraan, dan kemajuan,” tuturnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, Wakil Ketua DPRD Sinung Sudrajat, Dandim 0822 Letkol Inf. Prawito, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., serta Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso Dr. David P. Duarsa, S.H., M.H., CSSL.
Hadir pula Ketua Pengadilan Negeri Bondowoso Ahmad Ismail, S.H., M.H., jajaran pejabat Pemkab Bondowoso, keluarga besar Ki Ronggo, alim ulama, kiai, tokoh agama, dan sejumlah tamu undangan.
Peringatan Harjabo ke-207 tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan sejarah perjuangan para pendahulu dengan tantangan generasi saat ini.
Sejarah telah meletakkan fondasi Bondowoso. Kini, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan pembangunan dan membawa daerah menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.





