Lajer Pote Digali Jadi Wisata Edukasi Berbasis Permakultur

KKN UNIBO Posko 06 Gali Potensi Desa Berbasis Permakultur.
KKN UNIBO Posko 06 Gali Potensi Desa Berbasis Permakultur.

LINTASJATIM.com, Bondowoso – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bondowoso Posko 06 memetakan potensi wisata Desa Sulek, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Wisata Lajer Pote.

Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi berbasis lingkungan dan pertanian berkelanjutan melalui konsep permakultur.

Bacaan Lainnya

Bagi mahasiswa KKN, Lajer Pote tidak hanya memiliki daya tarik sebagai ruang rekreasi. Konsep pertanian yang diterapkan menjadi keunikan yang dapat dikembangkan untuk memberikan pengalaman edukatif kepada pengunjung.

Permakultur merupakan pendekatan yang mengintegrasikan manusia, pertanian, dan lingkungan dalam sebuah ekosistem berkelanjutan. Konsep tersebut berpotensi menjadi pembeda Lajer Pote dari destinasi wisata alam lainnya.

Mahasiswa KKN Posko 06 melakukan observasi lapangan serta berdialog dengan pengelola dan masyarakat untuk mengidentifikasi potensi sekaligus peluang pengembangan kawasan tersebut.

“Melalui KKN ini, kami ingin potensi yang ada di Desa Sulek tidak hanya diketahui oleh masyarakat sekitar, tetapi juga bisa semakin dikenal oleh masyarakat luas. Lajer Pote memiliki keunikan yang sangat potensial untuk dikembangkan,” ujar mahasiswa KKN Posko 06.

Menurut mahasiswa, daya tarik Lajer Pote dapat dikembangkan tidak hanya melalui keindahan alam, tetapi juga pengalaman yang diperoleh pengunjung.

Wisatawan nantinya dapat mengenal praktik pertanian berkelanjutan sembari menikmati suasana pedesaan dan kearifan lokal masyarakat Desa Sulek.

Pendekatan tersebut dinilai membuka peluang bagi Desa Sulek untuk membangun model pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga memberikan manfaat edukasi dan ekonomi bagi masyarakat.

Jika dikelola secara konsisten, Lajer Pote berpotensi menjadi ruang yang mempertemukan sektor pariwisata, pertanian, pendidikan lingkungan, UMKM, dan ekonomi kreatif desa.

Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat untuk melihat potensi lokal sebagai aset yang perlu dikelola secara terencana dan berkelanjutan.

KKN Posko 06 juga menjadikan pengembangan potensi wisata tersebut sebagai bagian dari konsep KKN Berdampak. Melalui program tersebut, mahasiswa berupaya meninggalkan gagasan, pemetaan, dan perspektif baru yang dapat dikembangkan masyarakat setelah masa KKN berakhir.

Pengembangan Lajer Pote membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengelola wisata, pemerintah desa, masyarakat, pelaku UMKM hingga pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi diperlukan agar pengembangan kawasan tetap mempertahankan karakter lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat. Sebab, pengembangan pariwisata akan kehilangan nilai apabila justru mengorbankan lingkungan yang menjadi daya tarik utamanya.

Karena itu, konsep pertanian berkelanjutan yang telah menjadi bagian dari identitas Lajer Pote dapat dijadikan fondasi untuk membangun destinasi wisata yang bertanggung jawab.

Mahasiswa KKN Universitas Bondowoso Posko 06 berharap Lajer Pote dapat berkembang menjadi salah satu ikon wisata Desa Sulek sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui sektor pertanian, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Dari Desa Sulek, potensi lokal mulai dipandang bukan sekadar sebagai kekayaan desa, tetapi juga sebagai aset yang dapat dikelola untuk membangun masa depan secara berkelanjutan.

KKN Universitas Bondowoso Posko 06 — Mengabdi, Menggali Potensi, dan Menghadirkan Dampak Nyata untuk Desa Sulek. (Rif)

Pos terkait