LINTASJATIM.com, Sampang – Ancaman kekeringan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, meluas. Berdasarkan pemetaan BPBD setempat, sebanyak 78 desa di 12 kecamatan masuk kategori berpotensi mengalami kekeringan kritis pada 2026.
Dikutip dari detikJatim.com, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan wilayah terdampak tersebar di sebagian besar kecamatan di kabupaten tersebut.
“Kekeringan di Kabupaten Sampang tahun 2026 ada 12 kecamatan, 78 desa yang masuk kering kritis,” kata Hozin, Sabtu (15/8/2026).
Dari 14 kecamatan yang ada di Sampang, hanya dua wilayah yang tidak masuk pemetaan kekeringan kritis. Keduanya yakni Kecamatan Ketapang dan Pangarengan.
“Yang tidak termasuk kering kritis ada 2 kecamatan, yaitu Ketapang dan Pangarengan,” ujarnya.
Hozin menjelaskan, jumlah desa di Kabupaten Sampang mencapai 180 desa. Dari jumlah tersebut, 78 desa dinilai memiliki potensi mengalami kondisi kekeringan kritis.
Sebaran wilayah rawan tersebut mencakup Kecamatan Banyuates, Camplong, Jrengik, Karangpenang, Kedungdung, Omben, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.
Kecamatan Kedungdung menjadi daerah dengan jumlah desa yang masuk kategori kekeringan kritis paling banyak. Tercatat terdapat 13 desa di wilayah tersebut.
“Desa dengan kondisi kering kritis terbanyak yakni di Kecamatan Kedungdung 13 desa,” tutur Hozin.
Meski pemetaan telah dilakukan dan Sampang termasuk daerah yang ditetapkan mengalami kekeringan pada 2026, BPBD belum melakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak.
Hozin memastikan bantuan air bersih akan segera disalurkan sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak kekeringan di sejumlah desa.
“Pelaksanaan droping air bersih insya Allah akan segera dilaksanakan,” tandasnya.





