LINTASJATIM.com, Malang – Jalur pendakian Gunung Buthak, Panderman, dan Bokong di Kabupaten Malang masih ditutup setelah kebakaran melanda kawasan Gunung Buthak, Kecamatan Pujon.
Dikutip dari detikJatim.com, penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus memberi ruang bagi pengelola untuk mengevaluasi kondisi kawasan pascakebakaran.
Dalam kejadian tersebut, sebanyak 182 pendaki berada di Gunung Buthak. Sementara itu, terdapat 82 pendaki di Gunung Bokong dan 20 pendaki di Gunung Panderman.
Seluruh pendaki berhasil dievakuasi dan dipastikan berada dalam kondisi baik. Tim gabungan sebelumnya telah memberikan imbauan agar para pendaki segera turun untuk menghindari risiko akibat kebakaran.
Api pertama kali diketahui pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 10.46 WIB. Titik awal kebakaran berada di kawasan vegetasi Lembah Banteng.
Kurang dari dua jam kemudian, sekitar pukul 12.00 WIB, kobaran api telah menjalar menuju petak 100 Pos 3 Gunung Buthak.
Perhutani bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan relawan kemudian melakukan pemadaman secara manual. Petugas menggunakan metode gepyok serta membuat sekam bakar untuk menghambat pergerakan api.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Setelah berjibaku selama beberapa jam, tim gabungan berhasil memadamkan api pada pukul 16.17 WIB.
Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran menghanguskan sekitar 15 hektare kawasan hutan Gunung Buthak.
Meski api telah padam, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. BPBD Kabupaten Malang masih berkoordinasi dan melakukan penyelidikan terkait sumber munculnya api.
“Kami masih melakukan penyelidikan, kami belum mengetahui apa penyebab kebakaran di Gunung Buthak,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Kamis (3/9/2026).
Administratur Perhutani KPH Malang Kelik Djatmiko juga mengatakan pihaknya belum memperoleh informasi mengenai penyebab kebakaran tersebut.
“Terkait dengan penyebab kebakaran akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan pihak yang berwenang,” ujar Kelik.
Hingga kini belum ditentukan kapan jalur pendakian ketiga gunung tersebut akan dibuka kembali. Pengelola masih menunggu hasil evaluasi kondisi kawasan sebelum mengambil keputusan.





