LINTASJATIM.com, Tulungagung – Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung terus memasifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menekan laju inflasi menjelang bulan Ramadan.
Dalam kegiatan ini, Bulog memastikan ketersediaan stok pangan, khususnya minyak goreng dan beras, aman bagi masyarakat.
Kepala Cabang Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menjelaskan bahwa dalam setiap titik pelaksanaan GPM, pihaknya mengalokasikan komoditas pangan dalam jumlah yang terukur.
“Kalau beras sekitar satu hingga dua ton SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Sementara untuk minyak goreng, tersedia sekitar 200 liter per titik,” ujar Yonas saat ditemui di sela kegiatan GPM di Kecamatan Sumbergempol, Jum’at (13/2/2026).
Yonas menambahkan, penyaluran Minyakita kini dilakukan secara masif ke pasar-pasar dan gerai yang telah ditunjuk oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Hal ini berkaitan dengan kewajiban produsen memenuhi Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 35 persen dari kuota ekspor minyak sawit.
Terkait harga, Yonas menegaskan bahwa harga Minyakita di wilayah Jawa Timur, khususnya Tulungagung, saat ini berada dalam posisi aman atau “zona hijau”.
“Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita adalah Rp15.700 per liter. Di Jawa Timur, harganya sudah maksimal sesuai HET, bahkan banyak yang sudah di bawah itu,” imbuhnya.
Mengenai ketahanan stok, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir. Yonas mengeklaim pasokan masuk secara rutin setiap minggu dari produsen.
“Stok masuk terus, bisa dua kontainer atau satu gandeng. Saat ini posisi gudang kami untuk minyak goreng terus diperbarui, meski sempat tersisa 18 ribu liter, namun pasokan baru akan segera masuk lagi,” tuturnya.
Intervensi Pemerintah Menjelang Ramadan
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tulungagung, Sony Weli Ahmadi, menerangkan bahwa GPM serentak ini merupakan instruksi nasional untuk mengintervensi harga pasar yang mulai merangkak naik menjelang puasa dan Idulfitri.
“Tujuannya untuk menekan inflasi. Ini adalah bentuk hadirnya pemerintah dan Satgas Pangan untuk memastikan harga tetap terjangkau dengan memutus rantai distribusi, sehingga barang dari produsen langsung ke konsumen,” beber Sony.
Sony mengakui saat ini beberapa komoditas mulai mengalami tren kenaikan harga yang signifikan, terutama pada cabai dan telur. Cabai di pasar mencapai Rp85.000 per kg, sementara di GPM dijual seharga Rp70.000 per kg.
Selanjutnya, telur harga pasar mencapai Rp32.000 per kg, naik dari harga sebelumnya di kisaran Rp28.000—Rp29.000. Sony mengaku sepanjang Februari ini, kami sudah melaksanakan lima kali roadshow GPM.
Harapannya, langkah ini dapat mencegah kelangkaan dan membantu masyarakat mempersiapkan kebutuhan stok pangan.
“Sehingga kebutuhan tercukupi dan menekan harga sebelum memasuki minggu pertama Ramadan,” pungkas Sony.
Kegiatan GPM di Kecamatan Sumbergempol ini turut melibatkan berbagai pihak, mulai dari jajaran kepolisian, TNI (Danramil), hingga kelompok tani (Poktan) dan Pemerintah Kecamatan Sumbergempol setempat. (jaz/red)





