Musancab PDI-P Tulungagung Targetkan 20% Gen Z di Struktur

Musancab PDI-P Tulungagung. (jaz)
Musancab PDI-P Tulungagung. (jaz)

LINTASJATIM.com, Tulungagung – DPC PDI Perjuangan Tulungagung menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) sebagai bagian dari konsolidasi internal partai, Minggu (19/4/2026).

Kegiatan yang diikuti lebih dari seribu pengurus dari tingkat desa hingga kecamatan ini menegaskan komitmen regenerasi dengan melibatkan generasi muda dalam struktur kepengurusan.

Wakil Ketua Bidang Sumber Daya DPD PDI Perjuangan Jawa Timur periode 2025–2030, Pulung Agustanto, menyatakan Musancab tidak sekadar agenda rutin, melainkan fokus pada penguatan struktur hingga tingkat bawah.

“Penekanannya pada penguatan struktur dan mengakomodasi generasi muda. Minimal 20 persen pengurus di tingkat anak cabang berasal dari Gen Z, serta 30 persen keterwakilan perempuan,” ujarnya di Crown Victoria Hotel.

Pulung menambahkan, Musancab menjadi langkah awal mempersiapkan mesin partai menghadapi kontestasi politik 2029. Ia menyebut proses penjaringan calon legislatif maupun kepala daerah mulai dipersiapkan sejak dini.

“Ini bagian dari pemanasan menuju 2029. Kader yang maju harus lahir dari proses dan memiliki kapasitas,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI-P Tulungagung, Erma Susanti, menegaskan pihaknya aktif melakukan rekrutmen kader muda melalui berbagai program, seperti pelatihan, leadership camp, serta sosialisasi terbuka.

“Kami ingin kader muda tidak sekadar memenuhi kuota, tetapi melalui proses ideologisasi yang matang,” ujarnya.

Menurut Erma, partai harus adaptif agar tetap relevan bagi generasi muda. Ia menilai anggapan bahwa anak muda tidak tertarik pada politik tidak sepenuhnya benar, melainkan dipengaruhi pendekatan partai yang belum tepat.

Dalam restrukturisasi kepengurusan, DPC PDI-P Tulungagung menetapkan komposisi 20–30 persen untuk kader muda dan minimal 30 persen keterwakilan perempuan. Dari 11 pengurus di setiap tingkatan, sedikitnya empat di antaranya merupakan perempuan.

Selain itu, satu dari tiga posisi inti—ketua, sekretaris, atau bendahara—wajib diisi kader berusia di bawah 30 tahun.

“Persyaratan tersebut sudah terpenuhi di 19 kecamatan. Harapannya, struktur partai semakin kuat hingga tingkat akar rumput,” pungkasnya.

Pos terkait