LINTASJATIM.com, Jember – Di tengah kesibukannya memimpin Kabupaten Bondowoso, Bupati Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. berhasil menuntaskan pendidikan Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Ia resmi menyandang gelar doktor usai mengikuti prosesi wisuda, Kamis (9/7/2026).
Pada prosesi tersebut, Abdul Hamid dipercaya mewakili para wisudawan untuk menyampaikan kesan dan pesan. Sebelum memulai sambutannya, ia mengajak seluruh hadirin mendoakan Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., serta Ketua Program Studi Magister Hukum Keluarga Islam Pascasarjana, Dr. Ishak, M.Ag., yang wafat pada Juni 2026.
Dalam sambutannya, Abdul Hamid mengungkapkan bahwa menyelesaikan studi doktor bukanlah perjalanan yang mudah. Di tengah padatnya tugas sebagai kepala daerah, ia harus membagi waktu antara menjalankan pemerintahan dengan menyelesaikan berbagai tahapan akademik, mulai dari penelitian, bimbingan, hingga penyusunan disertasi.
“Bagi kami, perjalanan ini tidak mudah. Banyak waktu yang harus dibagi, bahkan waktu istirahat sering dikorbankan agar proses studi tetap berjalan hingga selesai,” ujarnya.
Menurut Abdul Hamid, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu tidak boleh berhenti karena usia, jabatan, maupun profesi. Ia menilai seorang pemimpin harus terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu melahirkan kebijakan yang lebih baik bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa gelar akademik bukan sekadar simbol keberhasilan, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui karya dan pengabdian.
“Semakin tinggi ilmu yang kita miliki, maka semakin besar pula tanggung jawab untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Gelar ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal pengabdian yang lebih luas,” katanya.
Abdul Hamid turut mengajak para wisudawan untuk terus belajar dan mengembangkan diri meski telah menyelesaikan pendidikan formal. Menurutnya, ilmu pengetahuan akan bernilai apabila mampu memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen, promotor, kopromotor, keluarga, serta seluruh sivitas akademika UIN KHAS Jember yang telah mendampingi proses studinya hingga tuntas.
Menutup pidatonya, Abdul Hamid mengutip pesan Imam Syafi’i tentang pentingnya ilmu sebagai bekal meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Baginya, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa seorang pemimpin harus senantiasa menjadi pembelajar sepanjang hayat demi menghadirkan pelayanan dan pengabdian terbaik bagi masyarakat. (Rif)





