LINTASJATIM.com, Lamongan – Suasana haru dan semangat nasionalisme yang mendalam menyelimuti perhelatan akbar Karnaval Desa Sendangagung Paciran Lamongan, Rabu (26/8/2026).
Di tengah kemeriahan ribuan warga yang tumpah ruah di sepanjang jalan raya, penampilan kontingen dari RT 002 RW 002 berhasil menguras air mata penonton lewat sebuah drama kolosal yang menghidupkan kembali detik-detik perjuangan pahlawan lokal, KH. Ahmad Muhtadi.
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 13.00 WIB hingga selesai ini mengambil titik start dan finish di Watungkal Edupark Sendangagung, dengan menyusuri rute utama desa.
Ajang tahunan yang diikuti dengan antusiasme tinggi oleh 22 RT, 4 RW, dan 3 dusun ini mendadak terasa magis ketika warga RT 002 RW 002 menampilkan replika tank, bom, senjata, replika tugu makam pahlawan Dagan, hingga balutan seragam tentara Belanda.
Seluruh properti dan atribut perang tersebut dikerjakan secara mandiri oleh warga dengan penuh kreativitas dan semangat gotong royong (guyub rukun), demi menyampaikan pesan sejarah yang autentik.
Di balik suksesnya penampilan yang memancing keheningan dan tetesan air mata penonton tersebut, Ketua RT 002 RW 002, Wahyu Setio Hadi, mengungkapkan rasa bangganya atas totalitas warga yang begadang berhari-hari demi mempersiapkan properti dan latihan teatrikal.
“Persiapan ini bukan sekadar soal tampil memeriahkan karnaval, tetapi bagaimana warga kami, tua dan muda, bersatu meresapi tetesan keringat dan air mata para pendahulu. Lewat kisah KH. Ahmad Muhtadi, kami ingin menyalakan kembali api perjuangan dan rasa cinta tanah air di dada setiap warga Sendangagung,” ujar Hadi penuh haru.
Penampilan spektakuler ini tidak hanya menjadi hiburan semata, melainkan sebuah pengingat sejarah yang hidup tentang harga sebuah kemerdekaan.
Salah seorang warga yang menyaksikan pertunjukan tersebut mengaku tersentuh hingga meneteskan air mata. “Kami tidak hanya melihat karnaval, tetapi seperti diajak kembali menyaksikan perjuangan para pendahulu. Bangga sekaligus haru karena sejarah tokoh dari daerah sendiri bisa ditampilkan dengan begitu kuat,” ungkapnya.
Sementara itu, perangkat Desa Sendangagung memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan kekompakan warga RT 002 RW 002.
“Penampilan ini sangat luar biasa karena mampu menggabungkan hiburan dengan edukasi sejarah. Semangat gotong royong dan pesan perjuangannya patut menjadi contoh bagi masyarakat,” ujar salah seorang perangkat desa.
Antusiasme warga dan apresiasi perangkat desa tersebut semakin menegaskan bahwa karnaval bukan sekadar perayaan tahunan.
Di balik kemeriahan dan kreativitas yang ditampilkan, tersimpan pesan penting untuk terus mengenang jasa para pejuang, menanamkan nasionalisme, serta menjaga semangat persatuan dan guyub rukun di tengah masyarakat. (Fira)






