Sisa Makanan MBG di Pujer Diolah Jadi Pakan Ternak

Pemanfaatan limbah mbg untuk pakan ternak dan maggot.
Pemanfaatan limbah mbg untuk pakan ternak dan maggot.

LINTASJATIM.com, Bondowoso – Sisa makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangli, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Sebagian disalurkan kepada peternak maggot melalui kerja sama dengan bank sampah, sedangkan lainnya digunakan warga sebagai pakan ternak.

Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi sampah organik dari aktivitas operasional SPPG. Selain menekan jumlah sampah yang terbuang, bahan organik yang masih bisa digunakan juga memiliki nilai manfaat dan ekonomis bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pengelola Bank Sampah Induk (BSI) Paguan Berseri Bondowoso, Yuli, mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan peternak maggot sejak program MBG mulai hadir di Bondowoso.

Melalui kerja sama tersebut, sampah organik yang dikumpulkan dari lingkungan SPPG disalurkan kepada peternak maggot untuk diolah.

“Fokus pada pengolahan sampah, agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Sehingga masyarakat paham bahwa sampah-sampah juga punya nilai ekonomis,” ungkap Yuli saat diwawancarai, Kamis (5/11/2026).

Dalam pelaksanaannya, Bank Sampah Induk Paguan Berseri mengangkut sampah domestik yang telah dipilah dan dikemas dari lingkungan SPPG. Namun, tidak semua jenis sampah dapat dimanfaatkan oleh peternak maggot. Sampah yang tidak diterima peternak sementara masih dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Yuli menjelaskan, keterbatasan peralatan menjadi salah satu kendala dalam mengoptimalkan pengolahan sampah menjadi produk maupun sumber energi. Pihaknya juga belum melakukan penghitungan khusus terhadap volume dan persentase sampah yang berhasil dikelola. Meski demikian, pemilahan sampah tetap dilakukan secara selektif.

Selain melalui bank sampah, pemanfaatan sisa makanan MBG juga dilakukan secara mandiri oleh warga setempat. Salah satunya Wasik Efendi, warga Mangli, Kecamatan Pujer, yang mengambil sisa makanan dari ompreng MBG untuk pakan hewan ternaknya.

Wasik mengatakan, kegiatan tersebut telah dilakukan sejak MBG mulai beroperasi. Ia memilih memanfaatkan sisa makanan karena bahan tersebut dinilai masih bisa digunakan daripada terbuang sia-sia.

“Ya semenjak MBG beroperasi saya ambil sisa makanan buat pakan ternak. Daripada enggak dimanfaatkan, kan sayang, Mas,” kata Wasik.

Setiap malam, Wasik mengambil sisa makanan setelah pekerja SPPG menyelesaikan proses pencucian ompreng. Sisa makanan tersebut dikemas menggunakan kantong plastik, kemudian dibawa pulang untuk dibersihkan kembali sebelum diberikan kepada ternaknya.

Dalam sehari, Wasik biasanya memperoleh sekitar tiga hingga empat kantong plastik sisa makanan dari ompreng. Selain itu, ia juga mendapatkan sekitar satu hingga dua karung sampah dari bahan persiapan makanan, seperti kol, kulit wortel, kulit kentang, daun brokoli, dan kulit semangka.

Bahan-bahan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ayam, bebek, entok, dan kambing.

Menurut Wasik, pemanfaatan sisa makanan tersebut cukup membantu mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan pakan ternak. Ia juga mengaku kondisi ternaknya tetap baik selama menggunakan pakan tersebut.

“Ya sangat membantu, bisa mengurangi biaya pakan,” ujarnya.

Meski memberikan manfaat, Wasik mengaku menghadapi sejumlah kendala dalam mengambil sisa makanan, terutama saat hujan turun. Pasalnya, pengambilan harus tetap dilakukan pada malam hari. Bahkan, pengambilan sampah dari bahan persiapan makanan terkadang berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB.

Sementara itu, Yuli berharap kerja sama antara Bank Sampah Induk Paguan Berseri dan SPPG Mangli, Pujer, dapat terus terjaga. Ia juga mendorong masyarakat membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga agar sampah organik maupun jenis lainnya dapat dikelola dengan lebih baik.

Pemanfaatan sisa makanan MBG melalui peternak maggot dan warga tersebut menunjukkan adanya peluang pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Meski belum seluruh sampah dapat dimanfaatkan dan masih terkendala keterbatasan sarana, keterlibatan berbagai pihak dapat membantu mengurangi sampah sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan perekonomian warga. (Rif)

Pos terkait