Antisipasi Banjir dan Longsor, Polresta Tuban Siagakan Personel

Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan saat apel kesiapsiagaan bencana. Sumber foto: www.detik.com
Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan saat apel kesiapsiagaan bencana. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Tuban – Menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem, Polresta Tuban memperkuat kesiapan personel dan koordinasi dengan berbagai instansi. Langkah tersebut dilakukan melalui Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi, Kamis (5/11/2026).

Apel yang dipimpin Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan itu melibatkan unsur lintas sektoral. Kegiatan tersebut difokuskan pada kesiapan menghadapi ancaman banjir, tanah longsor, angin kencang, serta dampak cuaca ekstrem lainnya.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari detikJatim.com, dalam arahannya, Jazuli menekankan bahwa kesiapan menghadapi bencana harus dibangun sebelum kondisi darurat terjadi. Seluruh personel diminta memastikan peralatan operasional dan perlengkapan evakuasi dapat digunakan kapan saja.

“Oleh karena itu, seluruh unsur harus memiliki kesiapan yang optimal,” tegas Jazuli.

Ia juga meminta jajarannya meningkatkan pemantauan terhadap daerah rawan bencana. Deteksi dini perlu dilakukan melalui pengawasan kondisi cuaca, debit air sungai, kawasan rawan banjir, hingga wilayah yang berpotensi mengalami tanah longsor.

Selain kesiapan personel, pemeriksaan kendaraan operasional, alat komunikasi, perlengkapan keselamatan, peralatan evakuasi, dan logistik juga menjadi perhatian.

Polresta Tuban turut mendorong penguatan koordinasi dengan TNI, BPBD, pemerintah daerah, Basarnas, PMI, tenaga kesehatan, relawan, serta masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan agar penanganan bencana dapat berlangsung cepat dan terkoordinasi.

Jazuli juga menginstruksikan personel meningkatkan patroli dan sambang ke kawasan rawan bencana. Petugas diminta memberikan edukasi kepada warga mengenai langkah penyelamatan diri serta mendorong masyarakat segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana.

Dalam penanganan keadaan darurat, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, harus mendapatkan perhatian khusus selama proses evakuasi.

Seluruh personel juga diminta menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan prosedur keselamatan.

“Jangan menunggu bencana terjadi baru kita bergerak. Lakukan langkah-langkah pencegahan dan mitigasi sejak dini, bangun kesiapsiagaan di semua lini, serta pastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya ketika mereka menghadapi situasi darurat,” ungkapnya.

Melalui apel tersebut, Polresta Tuban berharap seluruh unsur terkait semakin siap menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi. Kesiapan bersama diharapkan mampu menekan risiko serta meminimalkan dampak bencana bagi masyarakat Kabupaten Tuban.

Pos terkait