PBSI UTM Rayakan Dies Natalis ke-14 Lewat Panggung Budaya

PBSI UTM menyelenggarakan Bulan Bahasa dan Sastra 2026.
PBSI UTM menyelenggarakan Bulan Bahasa dan Sastra 2026.

LINTASJATIM.com, Bangkalan – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar Bulan Bahasa dan Sastra (BBS) 2026 sekaligus memperingati Dies Natalis ke-14.

Mengusung tema ‘Panggung Budaya Nusantara: Merawat Tradisi, Menghidupkan Karya Masa Kini’, kegiatan ini menghadirkan berbagai agenda edukatif, perlombaan, dan pertunjukan seni.

Bacaan Lainnya

BBS 2026 menjadi wadah apresiasi bahasa, sastra, dan keberagaman budaya Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dan masyarakat diajak mengenal kekayaan budaya Nusantara sekaligus mengembangkan kreativitas dan semangat berkarya.

Rangkaian kegiatan resmi dibuka pada 19 Oktober 2026 melalui pawai budaya yang melibatkan dosen dan mahasiswa PBSI UTM. Para peserta mengenakan busana adat dari berbagai daerah sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman tradisi Indonesia.

Pawai tersebut tidak hanya menjadi pembuka acara, tetapi juga menggambarkan semangat kebersamaan dalam keberagaman. Berbagai busana adat yang ditampilkan menjadi simbol upaya menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman.

Selain pawai budaya, panitia menghadirkan sejumlah perlombaan yang menyasar berbagai jenjang pendidikan. Salah satunya adalah KIBAR 2026 atau Kreativitas Anak Indonesia Berbahasa, yakni kompetisi cipta dan baca puisi bagi siswa SMA, SMK, dan MA sederajat se-Jawa Timur.

Melalui KIBAR 2026, para pelajar mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan menyalurkan gagasan melalui karya puisi. Kompetisi ini juga bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia serta mendorong keberanian peserta dalam mengekspresikan pemikiran secara kreatif.

Agenda berikutnya adalah Lomba Esai Mahasiswa Tingkat Nasional yang diselenggarakan secara daring. Kompetisi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menuangkan pemikiran kritis dan menyampaikan gagasan melalui karya tulis sesuai tema yang ditentukan panitia.

Panitia juga menggelar Lomba Cipta Puisi tingkat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UTM. Perlombaan ini diperuntukkan bagi mahasiswa di lingkungan fakultas sebagai wadah untuk mengeksplorasi kreativitas dan menyampaikan pesan melalui karya sastra.

Seluruh rangkaian kegiatan mencapai puncaknya pada 2 November 2026. Momentum tersebut sekaligus menjadi peringatan Dies Natalis PBSI UTM ke-14 yang diharapkan dapat mempererat kebersamaan mahasiswa, dosen, dan seluruh keluarga besar program studi.

Salah satu agenda yang menarik perhatian dalam puncak perayaan tersebut adalah penampilan Aksara Berkarya. Dalam kegiatan ini, mahasiswa menyuguhkan berbagai pertunjukan seni sastra secara kreatif sebagai bentuk ekspresi dan apresiasi terhadap bahasa, sastra, serta seni pertunjukan.

Melalui Aksara Berkarya, mahasiswa menunjukkan bahwa sastra tidak hanya dapat dinikmati melalui tulisan, tetapi juga dihidupkan lewat pertunjukan yang mengandung pesan dan nilai budaya.

Penampilan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi artistik, mengembangkan kreativitas, serta membangun kemampuan berkolaborasi.

Penyelenggaraan BBS 2026 tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat eksistensi bahasa Indonesia dan melestarikan kebudayaan Nusantara. Berbagai kompetisi yang digelar diharapkan mampu mendorong lahirnya karya-karya kreatif dari generasi muda.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya bahasa dan sastra sebagai bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga bersama. Semangat berkarya juga diharapkan terus tumbuh, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Dengan mengusung tema “Panggung Budaya Nusantara: Merawat Tradisi, Menghidupkan Karya Masa Kini”, BBS 2026 menjadi ruang kolaborasi, apresiasi, dan pengembangan kreativitas bagi keluarga besar PBSI UTM. Perayaan ini sekaligus menegaskan pentingnya merawat tradisi melalui karya dan inovasi generasi muda.

Pos terkait