Nahdliyin Youth Impact Resmi Dibuka di Bondowoso

Opening Ceremony Nahdliyin Youth Impact.
Opening Ceremony Nahdliyin Youth Impact.

LINTASJATIM.com, Bondowoso – Kegiatan Nahdliyin Youth Impact resmi dibuka di Pondok Pesantren (PP) Darul Falah, Bondowoso, Sabtu (31/10/2026) pukul 08.30 WIB. Kegiatan ini merupakan kolaborasi PAC ISNU Cermee, BEM PTNU Jawa Timur, dan DEMA IAI Darul Falah.

Mengusung tema ‘Nahdliyin Berdampak, Jawa Timur Bermartabat’, kegiatan tersebut bertujuan mendorong lahirnya generasi muda Nahdliyin yang progresif, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Nahdliyin Youth Impact menjadi ruang pertemuan mahasiswa, pemuda, dan berbagai elemen organisasi untuk memperkuat kapasitas intelektual, kemandirian ekonomi, serta kepedulian sosial. Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga wadah untuk merumuskan gagasan dan langkah konkret dalam menjawab persoalan masyarakat.

Dalam sambutannya, KH. Abd Qodir Syam menyoroti pentingnya membangun kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus pengurus organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Menurutnya, masyarakat pada dasarnya telah memiliki modal sosial dan ekonomi yang tumbuh melalui budaya serta tradisi lokal. Namun, persoalan muncul ketika pengurus organisasi belum mampu mandiri dan masih bergantung pada pemerintah.

“Kalau masyarakatnya, saya kira sudah cukup mandiri dalam segi ekonominya dengan adanya budaya atau tradisi yang ada. Takutnya, yang tidak mandiri itu kadang pengurusnya yang berperan di NU harus bergantung kepada pemerintah. Ini sangat berat, maka terjadilah apa yang saat ini bermasalah di dalam Nahdlatul Ulama,” ujar KH. Abd Qodir Syam.

Pandangan tersebut menegaskan bahwa kemandirian organisasi menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga independensi gerakan sosial dan keagamaan. Kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari besarnya struktur kepengurusan, tetapi juga dari kemampuan mengelola potensi, mengembangkan sumber daya, dan mempertahankan sikap kritis dalam menjalankan peran sosial.

Dalam konteks tersebut, generasi muda Nahdliyin memiliki tanggung jawab strategis untuk menghadirkan pembaruan melalui pemikiran kritis, kreativitas, dan keberanian mengambil inisiatif.

Mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari dinamika organisasi, tetapi juga tampil sebagai penggerak perubahan yang mampu menghubungkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kebutuhan nyata masyarakat.

Penyelenggaraan Nahdliyin Youth Impact sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarlembaga dan organisasi kepemudaan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Kolaborasi PAC ISNU Cermee, BEM PTNU Jawa Timur, dan DEMA IAI Darul Falah diharapkan dapat melahirkan gagasan berkelanjutan, terutama dalam pengembangan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui kegiatan ini, Nahdliyin Youth Impact mendorong gerakan kepemudaan yang tidak berhenti pada diskusi dan wacana, tetapi juga berorientasi pada tindakan serta dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan semangat ‘Nahdliyin Berdampak, Jawa Timur Bermartabat’, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi generasi muda Nahdliyin untuk memperkuat kemandirian, merawat tradisi, mengembangkan inovasi, dan mengambil peran aktif dalam mewujudkan masyarakat yang lebih berdaya dan bermartabat.

Pos terkait