DPM Universitas At-Taqwa Bondowoso Benahi Administrasi Ormawa

DPM Universitas At-Taqwa Bondowoso Perkuat Tata Kelola Administrasi Organisasi Mahasiswa.
DPM Universitas At-Taqwa Bondowoso Perkuat Tata Kelola Administrasi Organisasi Mahasiswa.

LINTASJATIM.com, Bondowoso – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas At-Taqwa Bondowoso menggelar kegiatan Rekonstruksi Administrasi untuk memperkuat tata kelola organisasi mahasiswa yang sistematis, profesional, dan akuntabel, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan bertema ‘Membangun Tata Kelola Organisasi yang Sistematis, Profesional, dan Akuntabel’ tersebut membahas tiga aspek utama, yakni administrasi organisasi, mekanisme pencairan dana, dan kriteria persetujuan proposal kegiatan.

Bacaan Lainnya

Peserta kegiatan terdiri atas seluruh Badan Pengurus Harian (BPH) lembaga mahasiswa di bawah naungan Republik Mahasiswa Universitas At-Taqwa Bondowoso. Forum ini menjadi sarana bagi para pengurus untuk memahami prosedur administratif dalam menjalankan program kerja organisasi.

Ketua Umum DPM Universitas At-Taqwa Bondowoso, Ainur Rido, menegaskan bahwa ketertiban administrasi merupakan bagian penting dari kedisiplinan dalam berorganisasi.

Menurutnya, administrasi tidak sekadar berkaitan dengan kelengkapan dokumen, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab pengurus dalam menjalankan amanah kelembagaan.

“Ketertiban administrasi adalah satu bentuk kedisiplinan kita dalam berorganisasi,” ujar Ainur Rido dalam sambutannya.

Ia menambahkan, sistem administrasi yang tertata menjadi salah satu fondasi bagi kemajuan organisasi sekaligus pengembangan kualitas sumber daya manusia di dalamnya.

“Administrasi yang sistematis menjadi fondasi terhadap kemajuan lembaganya dan tentu kepada orang-orang di dalamnya,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan tiga pemateri untuk membahas aspek-aspek penting dalam pengelolaan organisasi mahasiswa.

Materi administrasi organisasi disampaikan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Miftahus Salam, S.Pd.I., M.Pd.I. Pembahasan berfokus pada tata kelola administrasi yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan dan keberlangsungan organisasi mahasiswa.

Selanjutnya, Wakil Rektor II Bidang Keuangan, H. Rusydi, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan materi mengenai mekanisme pencairan dana. Materi ini memberikan pemahaman kepada pengurus tentang prosedur pengajuan hingga pencairan anggaran agar program kerja berjalan sesuai ketentuan keuangan universitas.

Sementara itu, H. Mohammad Iqbal Baidowi, S.Kep., Ners., S.Pd., M.E., dari Badan Pengelola Anggaran dan Pengelola Usaha, membahas kriteria persetujuan proposal kegiatan.

Materi tersebut menjelaskan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam penyusunan dan pengajuan proposal agar sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Ketiga materi itu saling berkaitan dalam mendukung tata kelola organisasi mahasiswa, mulai dari ketertiban administrasi, kepatuhan terhadap prosedur keuangan, hingga kelengkapan proposal kegiatan.

Pemahaman terhadap ketiga aspek tersebut diharapkan dapat membantu pengurus menyelenggarakan program kerja secara lebih tertib dan sesuai ketentuan universitas.

Bagi organisasi mahasiswa, administrasi bukan sekadar urusan surat-menyurat atau pemenuhan dokumen. Lebih dari itu, administrasi merupakan bagian dari pertanggungjawaban pengurus kepada lembaga dan mahasiswa yang diwakilinya.

Karena itu, pengelolaan administrasi perlu disertai transparansi dan akuntabilitas, terutama dalam penggunaan anggaran serta pelaksanaan program kerja.

Melalui kegiatan Rekonstruksi Administrasi, DPM Universitas At-Taqwa Bondowoso mendorong seluruh pengurus lembaga mahasiswa menerapkan tata kelola organisasi yang lebih terstruktur dan profesional.

Penerapan materi dalam aktivitas organisasi sehari-hari menjadi langkah penting agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga menghasilkan perbaikan dalam praktik pengelolaan organisasi.

Dengan demikian, keberhasilan organisasi mahasiswa tidak hanya diukur dari jumlah program kerja yang terlaksana, tetapi juga dari ketepatan prosedur, transparansi pengelolaan anggaran, dan kejelasan pertanggungjawaban.

Prinsip-prinsip tersebut diharapkan menjadi bagian dari budaya organisasi seluruh lembaga mahasiswa di bawah naungan Republik Mahasiswa Universitas At-Taqwa Bondowoso.

Pos terkait