Sinung Sudrajad Tekankan Soliditas dan Regenerasi PA GMNI Bondowoso

Konfercab III PA GMNI Bondowoso.
Konfercab III PA GMNI Bondowoso.

LINTASJATIM.com, Bondowoso – Ketua demisioner Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC PA GMNI) Kabupaten Bondowoso periode 2022–2026, Sinung Sudrajad, S.Sos., M.M., menekankan pentingnya soliditas dan regenerasi untuk menjaga keberlanjutan organisasi.

Pesan tersebut disampaikan Sinung dalam Konferensi Cabang (Konfercab) III PA GMNI Bondowoso yang berlangsung di Aula Pemuda Muhammadiyah Bondowoso, Minggu (25/10/2026).

Bacaan Lainnya

Mengusung tema ‘Merawat Tradisi dan Spirit Trisakti Bung Karno: Revitalisasi Api Perjuangan PA GMNI Bondowoso’, forum tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan sekaligus perumusan arah perjuangan organisasi ke depan.

Dalam kesempatan itu, Sinung menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah anggota. Menurutnya, soliditas, kepercayaan diri, dan kesetiaan terhadap sumber perjuangan menjadi modal utama untuk mempertahankan eksistensi organisasi.

“Sedikit tapi solid, percaya diri terhadap organisasi, setia terhadap sumber,” demikian pesan Sinung dalam forum tersebut.

Ia menilai, anggota organisasi tidak cukup hanya hadir secara kuantitas, tetapi juga harus memiliki komitmen untuk menjaga nilai-nilai perjuangan dan menjalankan tanggung jawab bersama.

Selain soliditas, Sinung menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa pemimpin tidak hanya bertanggung jawab menjalankan amanah selama masa jabatan, tetapi juga harus mempersiapkan generasi penerus.

“Pemimpin yang baik tidak hanya berupaya menjalankan amanahnya dengan baik, tetapi juga wajib berpikir siapa ‘next generation’-nya,” ujar Sinung.

Ia juga mengingatkan bahwa keberlangsungan organisasi bergantung pada kesiapan menyiapkan kader untuk melanjutkan perjuangan.

“Bung Karno menyampaikan bahwa, ‘Tidak ada organisasi yang abadi di dunia ini ketika tidak ada regenerasi’,” lanjutnya.

Menurut Sinung, pergantian kepemimpinan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan bagian dari proses menjaga dan meneruskan cita-cita organisasi. Karena itu, ia berpesan kepada ketua terpilih agar mampu merawat organisasi dan menjaga kesinambungan program.

“Ingat, membentuk itu mudah, merawat itu yang sulit. Kami ucapkan selamat kepada ketua yang baru,” ujarnya.

Dalam pemilihan Ketua DPC PA GMNI Bondowoso periode 2026–2031, Misbahul Munir terpilih setelah memperoleh 16 suara dari total 31 suara. Ia mengungguli Dedi Faisal dan Asep Indra Pramayudha yang masing-masing memperoleh tujuh suara. Sementara itu, Puji Muhammad Ridwan memperoleh satu suara.

Persidangan Konfercab III dipimpin Nani Agustina, S.Sos., bersama Moh. Andri Yulianto dan Sudaedi. Selain memilih ketua baru, forum tersebut membahas sejumlah agenda strategis untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan daerah.

Agenda yang dibahas meliputi pengembangan struktur organisasi, digitalisasi basis data anggota, sinergi pendampingan kader, kemandirian finansial, pengembangan ekonomi dan kopi lokal, pariwisata dan Ijen Geopark, pendidikan dan literasi, serta sikap politik dan demokrasi.

Dalam pemaparan matriks pembahasan, Nani Agustina menekankan pentingnya transformasi PA GMNI Bondowoso menjadi organisasi modern berbasis data. Organisasi alumni diharapkan tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi mantan aktivis, tetapi juga mampu menghadirkan program terarah dan memberikan sumbangsih pemikiran bagi pembangunan daerah.

Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain pertanian, khususnya komoditas kopi, pariwisata berbasis Ijen Geopark, tata kelola pemerintahan, serta penguatan literasi pendidikan di wilayah pelosok Bondowoso.

Sebagai organisasi yang berlandaskan pemikiran nasionalis-Marhaenis, PA GMNI Bondowoso diharapkan mampu menghadirkan kontribusi yang berpihak kepada masyarakat kecil atau wong Marhaen.

Pesan Sinung dalam Konfercab III menjadi penegasan bahwa keberlanjutan organisasi membutuhkan lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan. Soliditas anggota, konsistensi menjaga nilai perjuangan, dan kesiapan melahirkan generasi penerus menjadi kunci agar PA GMNI Bondowoso tetap relevan dan bermanfaat bagi masyarakat. (Rif)

Pos terkait