LINTASJATIM.com, Surabaya – Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Jawa Timur sekaligus Bupati Jember, Gus Fawait, mendorong kader muda TIDAR untuk memperkuat kapasitas dan karakter melalui proses organisasi.
Dikutip dari detikJatim.com, Pesan tersebut disampaikan Gus Fawait saat bertemu kader TIDAR Surabaya, Sabtu (3/10/2026). Menurutnya, organisasi kepemudaan perlu menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar mengambil tanggung jawab sekaligus memahami persoalan masyarakat.
“TIDAR adalah kawah candradimuka calon pejuang Partai Gerindra masa depan dan kawah candradimuka pemimpin masa depan,” ujar Gus Fawait.
Ia menilai proses kaderisasi tidak cukup hanya membekali anak muda dengan kemampuan berorganisasi. Pengalaman di lapangan dan kepedulian terhadap masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon pemimpin.
Karena itu, Gus Fawait meminta kader TIDAR terus mengembangkan kemampuan sekaligus memperkuat karakter. Ia juga menekankan pentingnya keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kita harus terus membangun kapasitas, memperkuat karakter, dan pada akhirnya hadir untuk membela wong cilik yang selama ini termarjinalkan,” katanya.
Gus Fawait juga mengajak generasi milenial dan Gen Z ikut berkontribusi dalam mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengaitkan keterlibatan anak muda dengan cita-cita pembangunan Indonesia menuju 2045.
“Bahwa kita harus bersama-sama, khususnya anak-anak milenial dan Gen Z, untuk terus membantu Presiden Prabowo menyukseskan cita-cita besar menuju Indonesia Maju, yaitu Indonesia Emas tahun 2045,” ujarnya.
Menurut Gus Fawait, kepemimpinan membutuhkan proses panjang. Generasi muda perlu diberi kesempatan untuk belajar berorganisasi, menerima tanggung jawab, serta berinteraksi langsung dengan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Ia juga menilai tantangan pembangunan tidak hanya berasal dari dalam negeri. Karena itu, kolaborasi lintas generasi diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus mendorong kemajuan Indonesia.
“Mengubah Indonesia menjadi negara maju tentu tidak mudah begitu saja, tapi perlu proses yang dilakukan secara bersama-sama dan tantangan-tantangan yang kita tahu bersama, tantangan bukan cuman dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri,” terangnya.
Gus Fawait kemudian menyinggung sejarah perjuangan kemerdekaan yang melibatkan peran generasi muda dan generasi sebelumnya. Menurutnya, pola kolaborasi tersebut tetap relevan dalam menghadapi tantangan pembangunan saat ini.
“Sebuah perjuangan besar selalu ada kombinasi perjuangan antara generasi yang senior dengan generasi muda,” katanya.
Di tingkat Kota Surabaya, Gus Fawait juga meminta TIDAR membangun kolaborasi dengan Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya.
“Maka cita-cita besar pendiri bangsa yang hari ini diemban oleh Presiden Prabowo akan melesat dan akan berhasil ketika ada dorongan juga dari para pemuda-pemudi,” tandasnya.





