Empat Tahun Kanjuruhan, Aremania Bondowoso Gelar Aksi Damai

Empat Tahun Kanjuruhan, Aremania Bondowoso Raya Rawat Ingatan dan Kembali Serukan Keadilan.
Empat Tahun Kanjuruhan, Aremania Bondowoso Raya Rawat Ingatan dan Kembali Serukan Keadilan.

LINTASJATIM.com, Bondowoso – Empat tahun setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022, Aremania Bondowoso Raya menggelar aksi damai di kawasan Monumen Gerbong Maut, Bondowoso, Kamis (1/10/2026).

Aksi tersebut digelar untuk mengenang para korban sekaligus menjadi ruang refleksi atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, empat tahun lalu.

Bacaan Lainnya

Sejumlah peserta membawa poster bertuliskan ‘Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan’ dan ‘Gas Air Mata Pencabut Nyawa’. Mereka juga membagikan bunga kepada pengguna jalan sebagai simbol duka dan penghormatan kepada para korban.

Ketua Aremania Bondowoso Raya, Achlan Nuri, mengatakan aksi digelar secara damai dan tidak ditujukan untuk menciptakan keributan.

“Kami datang bukan untuk membuat kerusuhan. Kami datang untuk mengingat mereka yang tidak pernah kembali ke rumah dan menyampaikan bahwa sampai hari ini kami masih menunggu keadilan,” ujar Achlan.

Menurut Achlan, empat tahun setelah tragedi tersebut, ingatan terhadap Kanjuruhan tetap penting untuk dijaga. Bagi Aremania Bondowoso Raya, mengenang tragedi tidak sekadar melihat kembali peristiwa masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat mengenai pentingnya keselamatan dalam penyelenggaraan sepak bola.

Ia mengatakan sepak bola semestinya menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat dan suporter. Karena itu, keselamatan seluruh pihak di dalam maupun sekitar stadion menjadi perhatian yang tidak boleh diabaikan.

“Kalau sepak bola adalah ruang untuk kebersamaan, jangan sampai stadion berubah menjadi tempat orang kehilangan nyawa. Kami ingin tragedi ini terus menjadi pengingat agar sepak bola ke depan benar-benar menjadi ruang yang aman,” katanya.

Aksi di kawasan Monumen Gerbong Maut kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Para peserta mengenang korban dalam suasana khidmat.

Peserta juga membagikan bunga kepada pengguna jalan sebagai simbol penghormatan dan ungkapan duka kepada para korban.

Achlan mengatakan jarak Bondowoso dengan Kanjuruhan tidak menghapus hubungan emosional Aremania terhadap tragedi tersebut. Solidaritas terhadap korban dan keluarga korban tetap dijaga melalui kegiatan yang dilakukan secara damai.

“Kami mungkin berada jauh dari Kanjuruhan, tetapi duka itu tetap menjadi duka kami. Empat tahun berlalu, tetapi ingatan tidak boleh hilang,” tegas Achlan.

Peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan di Bondowoso menjadi bagian dari upaya Aremania Bondowoso Raya menjaga ingatan terhadap peristiwa 1 Oktober 2022.

Bagi mereka, sepak bola tidak hanya berkaitan dengan pertandingan dan dukungan terhadap klub, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan, solidaritas dan keselamatan.

Melalui aksi damai tersebut, Aremania Bondowoso Raya kembali menyampaikan pesan bahwa berlalunya waktu tidak menghapus ingatan terhadap korban serta harapan mereka atas keadilan. (Rif)

Pos terkait