Sungai Brantas Malang Mendadak Ungu

Situasi terkini sungai Brantas yang sempat berubah warna. Sumber foto: www.detik.com
Situasi terkini sungai Brantas yang sempat berubah warna. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Malang – Aliran Sungai Brantas di kawasan Jembatan Mergosono Gang 5, Kota Malang, mendadak berubah menjadi ungu gelap, Minggu (27/9/2026) siang. Perubahan warna yang berlangsung sekitar satu jam itu membuat warga resah.

Dikutip dari detikJatim.com, warga bantaran sungai, Devi, mengatakan perubahan warna air pertama kali terlihat sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, warna ungu pekat tampak mengalir di sekitar permukiman warga.

Bacaan Lainnya

“Tadi awal tau sekitar pukul 11.30 WIB, berubah warna ungu gelap. Warnanya baru kembali seperti semula sekitar pukul 12.30 WIB. Ya kira-kira sekitar satu jam,” jelas Devi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena Sungai Brantas masih dimanfaatkan untuk sejumlah aktivitas sehari-hari. Kekhawatiran muncul karena warga belum mengetahui penyebab perubahan warna air tersebut.

“Sungai ini dipakai untuk cuci baju, mandi dan anak-anak renang. Khawatirnya itu beracun dan berbahaya, kita kan gak tau tiba-tiba berubah warna karena apa,” ungkapnya.

Menurut Devi, kejadian serupa belum pernah ia temui sebelumnya. Warga juga melihat perubahan warna tidak terjadi di sepanjang aliran sungai, melainkan hanya terkonsentrasi di sekitar lokasi tersebut.

“Gak tau kenapa kok bisa berubah warna dan tidak keseluruhan yang berubah. Cuman disekitar situ aja,” terangnya.

Fenomena tersebut kemudian direkam warga dan videonya beredar di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan aliran air Sungai Brantas dengan warna ungu gelap di sekitar permukiman.

Hingga saat ini, warga masih mempertanyakan penyebab perubahan warna air tersebut. Mereka berharap pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel untuk mengetahui kandungan dalam air.

Pengujian diperlukan untuk memastikan apakah perubahan warna tersebut berkaitan dengan pencemaran atau faktor lain. Warga juga berharap hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan dan memastikan keamanan aktivitas masyarakat di sekitar sungai.

Pos terkait