Tembok Lapuk Roboh, Bocah Ponorogo Tewas

Lokasi kejadian bocah SD tewas tertimpa tembok saat main petak umpet. Sumber foto: www.detik.com
Lokasi kejadian bocah SD tewas tertimpa tembok saat main petak umpet. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Ponorogo – Permainan petak umpet yang dilakukan empat anak di Kabupaten Ponorogo berakhir tragis. Seorang bocah berinisial ER (9) meninggal dunia setelah tertimpa tembok kamar mandi yang telah lama terbengkalai.

Peristiwa tersebut terjadi ketika ER bersama tiga temannya bermain petak umpet. Korban kemudian memilih area di sekitar bangunan kamar mandi yang sudah tidak digunakan sebagai tempat persembunyian.

Tanpa didahului cuaca buruk atau angin kencang, tembok yang kondisinya telah lapuk tiba-tiba ambruk. Reruntuhan tersebut kemudian mengenai tubuh ER.

Dikutip dari detikJatim.com, Kanit Reskrim Polsek Bungkal Aipda Hermansyah membenarkan kejadian tersebut. Polisi mengetahui insiden itu setelah mendapat laporan dari masyarakat.

“Memang benar kami mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya anak yang tertimpa runtuhan tembok. Tembok tersebut kondisinya sudah usang dan rusak,” kata Hermansyah, Minggu (6/9/2026).

Warga bersama keluarga korban langsung melakukan evakuasi setelah mengetahui ER tertimpa material bangunan. Bocah tersebut selanjutnya dibawa ke Puskesmas Bungkal untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, upaya pertolongan tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban. ER dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di fasilitas kesehatan tersebut.

“Korban dibawa oleh keluarga dan masyarakat ke Puskesmas, namun akhirnya meninggal dunia,” ujar Hermansyah.

Dari pemeriksaan awal, korban mengalami sejumlah luka akibat tertimpa reruntuhan. Cedera ditemukan pada bagian kaki, tangan, kepala, hingga pelipis.

“Untuk luka ada di bagian kaki, tangan, serta luka dan goresan di kepala, termasuk pelipis,” jelas Hermansyah.

Saksi mata bernama Nuryanto mengatakan, saat kejadian terdapat empat anak yang sedang bermain petak umpet. ER berada di sekitar pagar atau tembok kamar mandi yang sudah lama tidak digunakan.

“Empat orang, empat anak,” kata Nuryanto.

Menurut Nuryanto, kondisi bangunan tersebut memang sudah tidak layak. Tembok tiba-tiba runtuh ketika anak-anak masih bermain di sekitar lokasi.

“Sudah lapuk. Tidak ada angin, tiba-tiba roboh,” ungkapnya.

Nuryanto menuturkan, ER mengalami luka pada bagian kepala dan diduga sempat tidak sadarkan diri setelah tertimpa tembok. Warga kemudian segera membawanya ke Puskesmas Bungkal.

“Lukanya di kepala. Sepertinya sudah tidak sadar,” katanya.

Sesampainya di puskesmas, kondisi ER tidak dapat diselamatkan. Bocah tersebut akhirnya meninggal dunia akibat insiden tersebut.

“Terus dibawa ke Puskesmas, kemudian meninggal,” pungkas Nuryanto.

Polisi menyebut keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Pihak keluarga juga tidak mengajukan tuntutan kepada pihak mana pun terkait insiden yang menewaskan ER.

Pos terkait