Sekolah Rakyat Nganjuk Mulai Cetak Generasi Hebat

Peresmian Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk. Sumber foto: www.detik.com
Peresmian Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Nganjuk – Pemerintah Kabupaten Nganjuk memulai langkah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dengan membuka Sekolah Rakyat. Sebanyak 200 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA mulai menempati asrama dan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (31/8/2026).

Tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan pendidikan dan kehidupan di asrama, para siswa juga dibiasakan menjalani tujuh aktivitas positif yang diharapkan membentuk karakter mereka.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari detikJatim.com, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, MPLS di Sekolah Rakyat dirancang lebih dari sekadar kegiatan pengenalan sekolah.

“Kita tidak sekadar menceritakan, memperkenalkan dengan data, tapi paling penting kita bisa misalkan paling tidak tujuh kebiasaan orang-orang hebat agar anak-anak juga jadi orang hebat,” ujar Marhaen usai peresmian.

Tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, sarapan, belajar, bermasyarakat, serta membiasakan tidur lebih awal.

Menurut Marhaen, pembentukan kebiasaan itu menjadi bagian dari upaya menyiapkan anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Ia menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang diarahkan untuk mengatasi persoalan kemiskinan melalui jalur pendidikan.

“Program ini memberikan kesempatan bagi anak-anak yang kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan dengan kualitas yang baik,” katanya.

Upaya tersebut, lanjut Marhaen, tidak hanya menyasar para siswa. Orang tua mereka juga akan mendapatkan pembinaan dan bantuan sosial sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Ini kan untuk memutus rantai kemiskinan. Kemiskinan itu harus dipotong. Caranya apa? Ya tadi, anak-anak ini kita sekolahkan, kemudian nanti orang tuanya juga kita kasih pembinaan-pembinaan untuk bantuan sosial,” paparnya.

Para peserta didik Sekolah Rakyat memperoleh sejumlah fasilitas penunjang, mulai dari ruang belajar, asrama, hingga tempat ibadah.

Saat ini, jumlah siswa yang telah terdaftar mencapai 200 orang. Rinciannya, 20 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Pembukaan Sekolah Rakyat Nganjuk turut dihadiri Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, jajaran Dinas Pendidikan, perwakilan TNI dan Polri, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.

Pos terkait