LINTASJATIM.com, Nganjuk – Jaringan Gusdurian Nganjuk bersilaturahmi dan beraudiensi dengan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Pertemuan tersebut membahas penguatan toleransi, kerukunan, dan keberagaman di Kabupaten Nganjuk.
Koordinator Gusdurian Nganjuk, Ning Fatma, memperkenalkan kembali aktivitas dan program Gusdurian Nganjuk kepada pemerintah daerah. Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain toleransi antarumat beragama, demokrasi, kemanusiaan, serta upaya menjaga kebersamaan masyarakat.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang dialog mengenai persoalan kerukunan dan potensi konflik keagamaan di Nganjuk. Gusdurian Nganjuk menilai komunikasi lintas iman penting untuk mencegah konflik sekaligus mencari solusi melalui dialog dan semangat persaudaraan.
Selama ini, kegiatan Gusdurian Nganjuk melibatkan berbagai elemen masyarakat dari latar belakang agama dan keyakinan yang beragam. Di antaranya komunitas Kristen, Katolik, Ahmadiyah, Hindu, Konghucu, serta penghayat kepercayaan.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyambut baik silaturahmi tersebut. Ia menilai nilai-nilai yang diwariskan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur perlu terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Nilai-nilai Gus Dur harus terus kita tebarkan dan kita hadirkan dalam kehidupan bermasyarakat,” pesan Marhaen dalam pertemuan tersebut.
Menurutnya, nilai kemanusiaan, toleransi, keadilan, dan penghormatan terhadap keberagaman tetap relevan untuk memperkuat kehidupan sosial masyarakat.
Gusdurian Nganjuk berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Sinergi diharapkan dapat membuka ruang dialog yang sehat dan memperkuat kehidupan masyarakat yang rukun.
Melalui kolaborasi tersebut, Gusdurian Nganjuk dan pemerintah daerah berkomitmen menjaga Nganjuk sebagai daerah yang damai, toleran, serta menghargai keberagaman masyarakat.





