WCD Blitar Dorong Pemuda Ubah Kebiasaan Kelola Sampah

WCD Blitar Ajak Pemuda Tak Sekadar Bersih-bersih Sampah, tapi Ubah Kebiasaan.
WCD Blitar Ajak Pemuda Tak Sekadar Bersih-bersih Sampah, tapi Ubah Kebiasaan.

LINTASJATIM.com, Blitar – Gerakan menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan dengan memungut sampah. Perubahan perilaku dan keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua World Cleanup Day (WCD) Blitar, Aluk Sanjaya, dalam Webinar Edukasi World Cleanup Day 2026 bertema “Aksi Pemuda-Pemudi Merdeka Bebas Sampah”, Kamis (18/9/2026).

Bacaan Lainnya

Webinar tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Zeni Nurrofifah, Sirot Fajar, dan Luqman Hakim. Kegiatan diikuti pemuda, komunitas, organisasi, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan.

Tak Sekadar Memungut Sampah

Dalam sambutannya, Aluk mengatakan World Cleanup Day bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan. Gerakan tersebut juga menjadi upaya membangun kesadaran bahwa persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari diri sendiri, dari lingkungan sekitar kita, dan dari anak-anak muda yang mau bergerak,” kata Aluk.

Menurut Aluk, edukasi mengenai lingkungan perlu diikuti dengan tindakan nyata. Pengetahuan yang diperoleh melalui webinar diharapkan dapat mendorong peserta melakukan perubahan mulai dari lingkungan terdekat.

“Lingkungan yang bersih tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus diwujudkan bersama,” ujarnya.

Perkuat Kolaborasi

Selain mendorong aksi individu, WCD Blitar menilai kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat gerakan lingkungan. Pemuda, komunitas, organisasi, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran masing-masing.

Aluk berharap momentum WCD 2026 dapat menjadi ruang untuk memperluas jejaring sekaligus memperkuat gerakan peduli lingkungan di Kabupaten Blitar.

Ia menekankan agar tema “Aksi Pemuda-Pemudi Merdeka Bebas Sampah” tidak berhenti sebagai slogan dalam sebuah kegiatan.

Menurutnya, semangat tersebut perlu diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari, mulai dari mengurangi sampah, menjaga kebersihan lingkungan, hingga mengajak orang lain untuk terlibat.

“Dari Blitar, kita bergerak. Dari pemuda, kita mulai. Untuk bumi, kita jaga bersama,” tegas Aluk.

Melalui webinar tersebut, WCD Blitar berharap semakin banyak anak muda yang tidak hanya memahami persoalan sampah, tetapi juga mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Pos terkait