LAZISNU Salurkan Santunan di Tanoker Ledokombo

LAZISNU PBNU Salurkan Santunan di Tanoker Ledokombo.
LAZISNU PBNU Salurkan Santunan di Tanoker Ledokombo.

LINTASJATIM.com, Jember – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LAZISNU PBNU) menyalurkan santunan kepada anak yatim, kaum dhuafa, guru honorer, dan pendamping di Tanoker, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri KH Misbahussalam bersama jajaran LAZISNU PBNU, relawan, serta masyarakat sekitar. Penyaluran bantuan merupakan bagian dari program pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun LAZISNU PBNU dari masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, KH Misbahussalam mengatakan filantropi merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Nahdlatul Ulama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui pengelolaan dana sosial keagamaan.

“Filantropi NU diwujudkan melalui kepedulian yang diterjemahkan dalam aksi nyata. Hari ini kita bersama-sama menyalurkan amanah para muzaki kepada anak-anak yatim, kaum dhuafa, guru honorer, dan para pendamping,” tuturnya.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan membangun kepedulian di tengah masyarakat.

“Santunan ini bukan semata-mata tentang nilai yang diterima, melainkan tentang hadirnya perhatian, kasih sayang, dan kebersamaan. Kepedulian seperti inilah yang terus ingin kita bangun melalui gerakan filantropi NU,” ujarnya.

Ia menegaskan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah harus memberikan manfaat seluas-luasnya serta menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat harus kembali kepada masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat. Karena itu, LAZISNU terus berupaya memperkuat tata kelola sekaligus memperluas jangkauan pelayanan,” katanya.

KH Misbahussalam juga mendorong agar gerakan filantropi dikembangkan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya tidak berhenti pada pemberian santunan.

“Harapan kami, filantropi tidak berhenti pada kegiatan santunan. Ke depan, gerakan ini harus terus berkembang menjadi program pemberdayaan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Santunan kemudian diserahkan secara langsung kepada para penerima manfaat yang terdiri atas anak yatim, kaum dhuafa, guru honorer, dan pendamping. Penyaluran berlangsung di Tanoker Ledokombo dengan disaksikan pengurus, relawan, dan masyarakat.

Menutup sambutannya, KH Misbahussalam mengajak masyarakat memperkuat budaya berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah.

“Kebaikan akan memberikan manfaat yang lebih luas apabila dilakukan secara bersama-sama. Semoga ikhtiar yang kita laksanakan hari ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program LAZISNU PBNU dalam menyalurkan dana ZIS kepada masyarakat yang berhak sekaligus memperkuat pelayanan sosial di berbagai daerah.

Pos terkait