LINTASJATIM.com, Sidoarjo – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) mematangkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) BERDAYA 2026 melalui kegiatan Pemaparan Program Kerja yang digelar di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung B UNUSIDA pada 14–15 Juli 2026.
Kegiatan ini bertujuan memastikan setiap program mahasiswa selaras dengan kebutuhan masyarakat desa dan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan.
Mengusung tema ‘Berkhidmah dan Berkarya di Desa’, KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 dirancang sebagai wadah kolaborasi antara mahasiswa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pemerintah desa, dan masyarakat.
Seluruh program kerja disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi serta permasalahan desa dengan memanfaatkan kompetensi keilmuan dari masing-masing fakultas.
Pemaparan program diikuti kelompok KKN dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Agama Islam, Fakultas Teknik, serta Fakultas Ilmu Komputer.
Setiap kelompok diwakili dua mahasiswa yang mempresentasikan rancangan program, mulai dari latar belakang, sasaran, metode pelaksanaan, target luaran, hingga strategi keberlanjutan setelah KKN berakhir.
Program yang dipresentasikan disesuaikan dengan bidang keilmuan masing-masing. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mengusung penguatan literasi, pembelajaran kreatif, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Fakultas Ekonomi fokus pada pemberdayaan UMKM, pengembangan kewirausahaan, pemasaran digital, serta penguatan tata kelola usaha.
Sementara itu, Fakultas Agama Islam menawarkan program penguatan nilai-nilai keagamaan, pembinaan masyarakat, dan pemberdayaan kelembagaan sosial. Fakultas Teknik menghadirkan inovasi pengelolaan lingkungan, teknologi tepat guna, serta peningkatan sarana pendukung desa.
Adapun Fakultas Ilmu Komputer mengembangkan program literasi digital, digitalisasi layanan desa, pengembangan media informasi, dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung potensi desa.
Seluruh program disusun mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di bidang pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, inovasi, pengurangan kesenjangan, permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan dalam pembangunan.
Melalui pendekatan tersebut, KKN diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian jangka pendek, tetapi mampu menghasilkan program yang relevan, terukur, dan dapat dilanjutkan masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Dalam sesi presentasi, para DPL dan pimpinan fakultas memberikan masukan terkait kelayakan program, ketepatan sasaran, kesesuaian dengan kondisi desa, indikator keberhasilan, hingga aspek keberlanjutan. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam penyempurnaan program sebelum diterapkan di lapangan.
Selain sebagai forum evaluasi, pemaparan program juga menjadi sarana menyelaraskan rencana kerja mahasiswa dengan agenda pembangunan desa. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat efektivitas pelaksanaan KKN.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA, Elsa Rosyidah, menegaskan bahwa KKN BERDAYA 2026 merupakan wujud komitmen UNUSIDA dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan, kebutuhan lokal, dan pembangunan berkelanjutan.
“Dengan persiapan yang matang, kolaborasi lintas disiplin ilmu, serta semangat berkhidmah kepada masyarakat, semoga KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 menjadi media pembelajaran yang tidak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan desa yang berdaya dan berkelanjutan,” ujarnya.





