HUT Bhayangkara, 336 Atlet Adu Bidik di Bondowoso

Turnamen Panahan Bhayangkara ke-5 Tahun 2026 yang digelar di Mako Brimob Batalyon B Kompi 3 Pelopor Satbrimob Polda Jawa Timur, Kabupaten Bondowoso.
Turnamen Panahan Bhayangkara ke-5 Tahun 2026 yang digelar di Mako Brimob Batalyon B Kompi 3 Pelopor Satbrimob Polda Jawa Timur, Kabupaten Bondowoso.

LINTASJATIM.com, Bondowoso – Semangat sportivitas dan pembinaan atlet muda mewarnai pembukaan Turnamen Panahan Bhayangkara ke-5 Tahun 2026 yang digelar di Mako Brimob Batalyon B Kompi 3 Pelopor Satbrimob Polda Jawa Timur, Kabupaten Bondowoso, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut secara resmi dibuka oleh Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. dengan melepas anak panah pertama sebagai simbol dimulainya pertandingan.

Bacaan Lainnya

Turnamen panahan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juni 2026, diikuti sebanyak 336 atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Jumlah tersebut menjadikan ajang ini sebagai salah satu kompetisi panahan terbesar yang digelar di kawasan Tapal Kuda.

Para peserta akan bersaing di sejumlah nomor pertandingan yang dipertandingkan, mulai dari kelas recurve, compound, standard bow, hingga barebow. Masing-masing kelas diikuti atlet dari berbagai kelompok usia dan tingkat kemampuan.

Dari seluruh kategori yang dilombakan, kelas paralon menjadi kategori dengan jumlah peserta terbanyak. Kelas tersebut banyak diminati karena menjadi wadah pembinaan atlet pemula sekaligus ruang kompetisi bagi kalangan pelajar yang mulai menekuni olahraga panahan.

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan penyelenggaraan turnamen ini merupakan bentuk komitmen Polres Bondowoso dalam mendukung pembinaan olahraga sekaligus memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

“Ini sudah tahun kelima Turnamen Panahan Bhayangkara digelar. Setiap tahun peserta selalu meningkat. Tahun ini tembus 336 atlet. Ini bukti olahraga panahan makin diminati dan Polres Bondowoso konsisten melakukan pembinaan,” ujarnya.

Menurut Aryo, olahraga panahan tidak hanya melatih kemampuan teknis atlet, tetapi juga membentuk karakter, ketenangan, kedisiplinan, dan kemampuan mengambil keputusan secara tepat dalam setiap situasi.

Karena itu, pihaknya berharap turnamen tersebut dapat menjadi ruang kompetisi yang sehat sekaligus sarana menjaring bibit-bibit atlet potensial yang dapat berprestasi di tingkat lebih tinggi.

“Lewat panahan kita latih fokus, ketenangan, dan sportivitas. Semoga dari sini lahir atlet-atlet yang bisa mengharumkan nama Jatim di level nasional bahkan internasional,” tegasnya.

Selain menjadi ajang perebutan prestasi, turnamen juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi antar-atlet, pelatih, dan komunitas panahan dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Salah seorang peserta asal Surabaya, Rian Saputra, mengapresiasi konsistensi Polres Bondowoso dalam menyelenggarakan kejuaraan panahan setiap tahun. Menurutnya, kompetisi tersebut memberikan ruang yang sangat baik bagi atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.

“Terima kasih Pak Kapolres dan Polres Bondowoso yang selalu memberi ruang untuk kami para atlet panahan berlomba tiap tahun di momen Hari Bhayangkara. Harapannya tahun depan event ini tetap diadakan, bahkan kalau bisa pesertanya lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Turut hadir dalam pembukaan turnamen tersebut jajaran Pejabat Utama Polres Bondowoso, Danki Brimob Kompi 3 Pelopor, pengurus Perpani Jawa Timur, para pelatih, ofisial, serta ratusan suporter yang memberikan dukungan kepada para atlet.

Pertandingan dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (27/6/2026) dengan memperebutkan berbagai gelar juara di masing-masing kategori yang diperlombakan. (Rif)

Pos terkait